All posts by vamilicom

Keluhanku untuk LG – Part 3

Lanjutan dari keluhan pertama dan keluhan part kedua,  semalam sudah ada balasan dari Customer Care mereka di email. Balasannya adalah sebagai berikut.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ibu. Email dan keluhan ibu telah kami follow up ke SVC dan departemen terkait, informasi nya saat ini unit sedang dalam perbaikan di SVC kami di Surabaya. mohon ditunggu konfirmasi dari SVC dan teknisi kami untuk status perbaikan handphone ibu Irma.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Baiklah, dari kabari ini ternyata belum jelas juga apa status perbaikannya berhasil atau tidak, kenapa lama sekali, dan kenapa tidak ada kabar apapun ke saya. Saya coba memastikan lagi dengan surat balasan ini.

Terima kasih untuk responnya.

Untuk perbaikan ini membutuhkan waktu berapa lama? Apa tidak ada perkiraan? Apa sudah ditemukan masalahnya atau belum?

Sejak email balasan terakhir dari tanggal 24 Agustus, disuruh menunggu kabar dari SVC dan teknisi, tapi tidak ada kabar sama sekali ke saya. Saya sudah korban uang lebih untuk memilih HP ini sebagai smartphone saya.

Dari total pembelian, hari ini adalah hari ke 43 setelah saya membeli G4 ini, dan 20 harinya dihabiskan di service centre. Apa tidak ada cara yang lebih solutif lagi? Ini HP Flagship kan? Apa servis di LG harus seperti ini?

Terus terang saya sangat kecewa dan tidak berminat merekomendasikan smartphone LG ke kerabat/kenalan saya kalau memang kondisi tetap seperti ini.

Thanks,

Disini saya sama sekali tidak mendapatkan kepastian apa-apa. 15 hari di tempat servis, dan kabarnya cuma disuruh menunggu konfirmasi. Dan tidak ada konfirmasi apa-apa, selalu saya yang harus kontak terlebih dahulu, tidak seperti yang dikabarkan. Dan sampai hari ini 27 Agustus 2015, pukul 12:35, email saya belum dibalas. Saya mulai menduga bahwa Customer Care yang melayani saya itu mendapat shift malam, jadi baru membalas di atas jam 5 sore.

Saya putuskan untuk menunggu lagi sampai tanggal 27 Agustus 2015, dan TELEPON DULUAN ke SVC di Surabaya, yaitu WTC yang merupakan Service Mobile Centre. Setelah menelepon, saya infokan nama dan tipe HP saya, dan saya kabarkan bahwa HP saya dikirim dari Malang, CS yang menerima telepon saya kemudian meminta saya menunggu, dan terdengar samar-samar dia berbicara dengan orang yang lain, tapi saya tidak tahu apa.

Setelah itu dia kembali berbicara dengan saya, dan menyampaikan bahwa HP saya tidak ada disitu. Saya kaget sekali, lha terus dimana? CS tersebut menjelaskan bahwa HP saya ada di Tegalsari, memang kalau HP kiriman dari Malang, akan diservis disana. Saya menanyakan lagi, lha bukannya di sini yang Service Mobile pusatnya? Kenapa kok dikirim ke Tegalsari? Apa disana juga ada service untuk mobile?

CS tersebut menjawab disana juga ada service, dan kiriman dari Malang selalu diterima disana. Saya mengatakan ini HP saya sudah diservis 16 hari, lama sekali dan tidak ada kabarnya. CS tersebut mengambil inisiatif yang bagus bahwa dia akan menelepon Tegalsari dan memastikan kondisi HP saya, dan meminta kontak saya untuk nanti dihubungi. Thanks God, finally someone do her job!

Setelah menunggu beberapa lama, sekitar 15 menit, CS tersebut menelepon saya. Dia mengabarkan bahwa statusnya saat ini HP sudah selesai diperbaiki, dan kemarin (26 Agustus 2015) sudah dalam pengiriman ke Malang. Pihak Tegalsari mengaku sudah menghubungi saya, namun saya tidak bisa dihubungi. Aneh pikir saya, karena saya mencantumkan dua nomor telepon. Satu handphone dan satunya lagi telepon rumah. Tidak ada satupun yang saya terima, dan apa mereka hanya mencoba satu kali? Saya juga tidak tahu.

Lanjutnya CS tersebut mengabarkan bahwa dalam hari ini atau besok, HP saya sudah bisa diambil. Silahkan menghubungi SVC LG di Malang. Baiklah saya sudah cukup lega bahwa “akhirnya” HP saya sudah dinyatakan selesai(?) diperbaiki. Sekarang waktunya saya untuk menghubungi SVC di Malang.

Selama proses ini sebenarnya ada kontradiksi antara jawaban yang diberikan. Ingat email di atas, disana Customer Care mengatakan bahwa HP saya dalam status perbaikan (26 Agustus 2015), tetapi CS di WTC mengatakan bahwa HP saya sudah dikirim kemarin (26 Agustus 2015) dan menelepon saya, tapi saya tidak bisa dihubungi. Well, let’s just skip the assumption and call the SVC in Malang.

Saya kemudian menelepon SVC di Malang dan menanyakan status HP saya. CS tersebut mengatakan bahwa HP saya dalam pengiriman kemarin, dan akan sampai hari ini atau besok. Nanti saya akan dihubungi. Kenapa ya pengiriman dari kemarin Surabaya ke Malang, bisa sampai besok baru saya terima? Banyak pertanyaan lain yang timbul di benak saya, tapi saya sudah merasa cukup thankful bahwa akhirnya HP tersebut akan kembali lagi ke saya. Saya mengucapkan terima kasih dan menutup telepon.

Jadi saat ini saya masih harus menunggu lagi maksimal sampai besok, untuk kabar HP saya jika sudah sampai di Malang. Jika benar sampai besok, maka total HP saya berkelana adalah 17 hari. Dengan harapan pula bahwa setelah HP saya terima, kondisinya bisa normal seperti HP pada umumnya, dan utuh, karena sudah 17 hari di tangan orang lain.

Terus terang saya masih belum bisa legowo dengan respon yang saya dapatkan dari SVC LG selama ini. Tapi tentu di beberapa poin mereka juga ada hal yang baik. Contohnya Customer Care yang membalas email saya, walaupun dibalas pada jam kerjanya(?), kenapa tidak ada Customer Care di pagi hari yang membalas saya(?). Dan inisiatif CS di WTC yang menelepon ke Tegalsari dan menghubungi saya kembali untuk menyampaikan kabar.

None is perfect, but you can always do your best. Semoga SVC LG bisa lebih baik lagi dalam melayani customer. Sayang sekali jika ada customer lain yang harus mengalami kekecewaan seperti yang saya alami ini. Saya akan update lagi bagaimana kondisi HP saya nanti setelah saya terima. Semoga ini benar-benar Happy Ending ūüôā

Keluhanku untuk LG – Part 2

Seperti yang saya ceritakan di post saya sebelumnya, HAPPILY NEVER AFTER. Itu yang saya rasakan ketika saya mendapati bahwa di sela-sela hari ketika saya diluar kota, tiba-tiba HP saya bootloop lagi, dan Optimizing App 1 of … lagi. OMG! Speechless, marah, kecewa, menyesal, sebal, dan segala macam perasaan bercampur aduk. Why me?

Saya harus menunggu sampai hari Senin untuk saya bawa lagi dan komplain ke Service Centre LG. Tetapi karena satu dan lain hal, saya baru bisa bawa hari Selasa, 11 Agustus 2015. Di situ saya komplain ke CS nya kenapa kok HP saya masih begini, masih sama, malah saya menemukan pattern baru, tidak hanya setelah dimatikan tengah malam, tetapi ketika pagi hari pun, atau siang hari saya test matikan lebih dari 30 menit, hal itu terjadi.

Sudah saya coba test dengan tukar baterai dengan teman saya, sama saja tidak ada hasilnya. Saya sudah jelaskan semua ke CS nya, dan mereka cuma bisa bilang kalau begitu akan kami cek kerusakannya dimana. Oh God terus terang saya kecewa ketika itu, berarti yang kemarin mereka setelah instal ulang ya sudah gitu aja, ga dicek dulu kalau ternyata ada problem lain yang menyebabkan atau gimana.

Saya konfirmasikan lagi ini sampai berapa kali harus di bawa ke service centre? Ini sudah kali kedua ya, kalau sampai ternyata ujung-ujungnya di instal ulang software lagi, saya tidak mau. Kenapa tidak di swap device aja kalau memang tidak tahu problemnya? CS nya cuma menjawab maaf tapi kami disini cuma Customer Service. I’m speechless. Yes you are a Customer Service, but you should at least make me feel better!

Saya masih terus menjelaskan problemnya bahwa punya teman saya tidak kenapa-kenapa, sudah switch battery dan semacamnya. Coba googling kasus serupa banyak kok di internet, solusinya cuma swap device. Tapi lagi-lagi jawaban dari CS nya adalah iya nanti akan dicek dulu kerusakannya dimana. Standar sekali, bahkan tidak ada mohon maaf ketidaknyamanannya, tidak ada akan kami usahakan sebaiknya, tidak ada akan kami sampaikan ke pihak terkait, ya cuma selembar singkat ringkasan keluhan saya yang panjang lebar itu.

Keluhan LG tanda terima

Setelah beberapa saat emosi saya mulai turun, dan mulai considering posisi CS yang memang tidak mengerti hal teknis, itu juga bukan kesalahan mereka bahwa HP saya begitu, tapi mereka yang harus menerima luapan emosi saya. Jadi saya mulai menanyakan lagi dan memohon untuk diusahakan secepatnya pengecekannya. Dan ini yang terakhir kali HP saya diservis, kalau sampai setelah ini masih sama, saya minta swap device. CS nya cuma menjawab iya nanti akan dihubungi, standar semacam itu.

Pulanglah saya dengan lemas dan kecewa, HP saya harus masuk ke servisan lagi, dan harus menunggu 1 minggu dengan harapan setelah itu akan kembali normal. Hari-hari berlalu, sampai hari Selasa 18 Agustus 2015, 1 minggu yang mereka janjikan bahwa HP saya akan selesai, tidak ada satu kabarpun yang datang. Saya mengira okey, mungkin karena kemarin hari Senin 17 Agustus kemerdekaan, dan hari libur, maka saya akan tunggu 1 hari lagi sampai hari Rabu untuk kabar HP saya.

Saya tunggu kemudian hari Rabu, 19 Agustus 2015 sampai tengah hari kabar dari LG, tapi tak kunjung datang. Saya kemudian telepon ke service centre di Malang menanyakan bagaimana kondisi HP saya, apa sudah selesai karena sudah 1 minggu lebih. Jawabannya saat ini HP sudah ada di Surabaya, jadi mohon ditunggu. @#$%^&*() mungkin itu bisa diterjemahkan luapan hati yang tidak keluar hahahaha

Saya emosi lagi ketika mendengar kabar itu, apa sama sekali tidak ada kabar kondisinya saat ini bagaimana? Sampai dimana progress-nya, sampai kapan saya harus menunggu? Jawabannya lagi-lagi ya mohon ditunggu, nanti dikabari kalau sudah selesai. Oh, saya sudah sangat emosi, saya cuma ucapkan terima kasih, saya tunggu. Saya tutup teleponnya, dan komit akan saya tunggu 1 minggu lagi.

Berhari-hari sampai kemarin 24 Agustus, adalah hampir 2 minggu sejak HP saya di servis. Tidak ada SATUPUN kabar soal kondisi HP saya, adapun kabar bahwa HP saya sudah ada di Surabaya karena SAYA YANG MENELEPON DULU. Tapi tidak ada sedikitpun itikad dari mereka untuk coba kontak ke teknisi dan menanyakan status HP saya, lalu menghubungi saya kembali. Apakah harus saya yang inisiatif memohon dan meminta itu?

Jadi saya putuskan untuk kontak ke social media mereka, dan website mereka untuk menyampaikan keluhan saya. Isinya demikian.

Saya mau mengeluh soal LG G4 saya. LG G4 saya ketika dimatikan > 30 menit, lalu dinyalakan awalnya normal, tapi beberapa lama kemudian restart-restart terus (gagal boot, seperti bootloop) sampai beberapa kali, lalu Optimizing App.

Ini selalu terjadi. Sudah pernah factory reset, sudah install software ulang di LG Service Centre tapi masih terjadi.

Sekarang ini sudah hampir 2 minggu G4 saya masuk ke service centre untuk kedua kalinya, katanya mau dicek kerusakannya, tapi belum ada kabar sampai saat ini. Sampai saya harus call ke service centre lagi, dan menanyakan status HP saya, tapi cuma ditanggapi silahkan ditunggu nanti dihubungi. Sampai kapan?

Bagaimana dengan status HP saya? Saya membeli LG G4 bukan smartphone yang “murahan” kan? Tapi kok tidak ada kejelasan sampai saat ini? Jika tidak bisa diperbaiki kenapa tidak swap device saja?

Tolong kejelasannya.

Terima kasih.

Dan ternyata mereka langsung membalas di  hari yang sama demikian.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ibu. Email dan keluhan ibu telah kami follow up ke SVC dan departemen terkait, mohon ditunggu konfirmasi dari SVC dan teknisi kami untuk status perbaikan dan solusi perbaikan handphone ibu Irma.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Okay, ketika membaca balasan ini, saya merasa sedikit lebih tenang, bahwa mereka akan menindaklanjuti keluhan saya. Jadi saya tunggu sampai tanggal 25 Agustus 2015 pukul 17:00 untuk kabar mengenai HP saya. Tapi tak kunjung datang. Saya sudah berpikiran untuk membuat surat pembaca untuk mendapatkan “perhatian” dari mereka mengenai keluhan saya. Tapi saya masih ingin semua berjalan normal-normal saja, tidak perlu sampai besar, tidak perlu sampai di bawa ke media. Jadi saya kirimkan lagi email ke mereka seperti ini.

Mengenai laporan saya kemarin soal HP LG G4 saya, sampai saat ini saya belum menerima update APAPUN dari pihak service centre/teknisi.

Bagaimana status HP saya? Hari ini sudah genap 14 hari tanpa kejelasan. Apa harus saya yang kontak setiap hari ke servis centre nya untuk menanyakan perihal ini?

Saya akan coba tunggu sampai besok (15 hari, 1/2 bulan???) untuk difollow up status HP saya. Jika tidak ada respon, apa perlu saya buat surat terbuka atau kontak kantor pusat untuk menanggapi keluhan saya?

NB : pesan balasan CS kemarin juga tidak masuk ke email saya. Harus saya cek dari halaman LG.

Thanks.

Tapi tidak ada balasan sampai tadi 26 Agustus 2015 pagi pukul 09.00, saya pikir oh mungkin belum jam kerjanya. Jadi saya tunggu sampai ada respon dari mereka. Tapi tercatat sampai post ini dibuat, pukul 13:30 status email saya cuma DITERIMA. Tidak juga ada KABAR APAPUN telepon atau apa yang masuk. Apa maksudnya ini? Apa saya harus benar-benar membuat surat pembaca, dan dimuat di media nasional, supaya saya diperhatikan?

keluhan LG

Apa harus saya yang memohon-mohon dan meminta-minta kabar dari mereka bagaimana status HP saya? Come on, that is your best phone! Apakah ini balasan yang saya terima setelah saya loyally memakai produk mereka, dan mengorbankan lebih uang saya untuk membeli HP terbaik mereka, untuk mendapatkan perlakuan semacam ini? Enough.

Saya akan tunggu sampai hari ini, apakah ada kabar dari mereka. Jika tidak ada, besok saya akan BERKORBAN telepon Service Centre LG LAGI, untuk menanyakan status HP saya. Come on, it’s been 15 days. If you can’t solve the problem why don’t you just give me a swap. Then I don’t need to complain, I don’t need to feel angry, disappointed and so much more. You don’t need to get a negative review from your customer.

Dan jika ternyata besok jawabannya masih standar, saya serius akan membawa kasus ini ke media. You broke my heart. That’s the end.

NB: Sampai saat ini saya masih berharap bahwa saya akan mendapatkan kejelasan dan G4 saya kembali dalam kondisi yang baik dan tidak perlu membawa pihak yang lain. Hope for the best.

Keluhanku untuk LG

Berawal dari ketidaktahuan saya soal produk LG yang mulai booming di pasar smartphone, teman saya lalu membeli sebuah produk LG yaitu LG G2 yang di kala itu setahu saya adalah best smartphone dari mereka. Awalnya cukup heran apa kelebihan dari smartphone LG ini? Kenapa harganya cukup fantastis, dibandingkan dengan brand sebelah yang lebih populer?

Kemudian teman saya share beberapa foto dan fitur LG G2 miliknya, saya cukup amazed, dan akhirnya tertarik untuk juga memilikinya. Bagaimana tidak, ada kamera yang begitu keren di LG G2 ini, belum saya temukan di brand sebelah yang selama ini saya pakai. Meskipun ada beberapa fitur yang cukup aneh yaitu button-nya semua ada di belakang, bagian depan dan samping bersih, bezel-nya juga tipis sekali, serta ada fitur knock code.

Tapi yang benar-benar buat saya overwhelmed dan akhirnya tertarik untuk mencoba smartphone LG adalah karena fitur kameranya yang menurut saya wow. Walaupun di kala itu saya tidak mempunyai cukup dana untuk membeli LG G2, saya hanya bisa mendapatkan versi mininya, yaitu LG G2 mini. Ya dengan konsekuensi banyak hal yang berbeda dari LG G2 premium.

Sudah selama 1 tahun lebih saya menggunakan LG G2 mini, saya jatuh cinta terutama dengan kamera, knock code, design bezel, dan button di belakang. Menurut saya adalah terobosan yang sangat keren dimana menjamurnya design dan fitur yang itu-itu saja. Kekaguman saya bertambah ketika teman saya memiliki LG G3 yang mendapatkan best smartphone award 2015. Satu kata untuk mewakilinya WOW!

Dan saat ini sudah keluar LG G4 yang DOUBLE WOW. Tidak perlu saya jelaskan disini bagaimana dengan fiturnya, bisa digoogling sendiri. Tapi sungguh saya benar-benar ngefans, walaupun belum berkeinginan untuk membeli, karena harganya yang tergolong fantastis untuk saya. Jadi saya urung dan hanya melihat review dan segala macam share saja soal G4 ini.

Sampai suatu ketika entah kenapa, saya sangat tertarik untuk memilikinya. Ditambahkan dengan promo diskon di salah satu situs jual beli ternama di Indonesia, saya akhirnya pada tanggal 9 Juli 2015 mengumpulkan niat untuk membeli LG G4 ini. Pas kebarengan dengan saya ada juga teman yang beli. Pas beli ini sudah mendekati Idul Fitri, jadi cukup was-was karena pengiriman yang banyak dikabarkan terlambat, dan selama libur Lebaran saya harus keluar kota.

Sampai akhirnya sedikit keterlambatan hari H-1 liburan Idul Fitri, tepatnya tanggal 15 Juli 2015, barang sudah sampai di Malang, dan karena sudah malam, keesokan harinya saya sudah pergi keluar kota selama 1 minggu, saya putuskan untuk menghubungi jasa pengiriman terpilih dan pick up sendiri barangnya di kantor perwakilan. Dan sampailah G4 di tangan saya, beserta bonus battery kit dan Memory Card-nya.

Ketika unboxing saking senangnya sampai sangat pelan dan hati-hati. Akhirnya saya bisa punya juga, kira-kira itu yang ada di pikiran saya saat itu. Dan pas kebetulan sudah ada update software baru, sehingga beberapa bug di versi sebelumnya sudah bisa diatasi. Seperti ini momen yang pas untuk saya mempunyai HP ini.

Tapi tak lama, kesenangan saya mulai menghilang. Malam itu saya biarkan G4 saya dalam kondisi mati ketika saya tidur. Sembari saya charge battery kit-nya untuk saya pakai esok hari. Saya memang punya kebiasaan untuk mematikan smartphone saya ketika tidur. Keesokan harinya, ada keanehan yang terjadi. Awalnya ketika saya nyalakan, semua berjalan normal, sampai beberapa menit setelah itu (tidak bisa saya pastikan waktunya), layarnya mati, kemudian menyala kembali dan ada di halaman awal ketika dinyalakan.

keluhan LG dorylabs.com
© dorylabs.com

Oh awalnya saya pikir ini normal, karena cuma ada proses berat atau apa begitu, lalu restart sendiri. Tapi restart yang terjadi juga tidak normal. Seperti stuck atau gagal restart, jadi setelah logo awal, lalu seharusnya keluar logo LG, ini mendadak layarnya mati lagi, lalu nyala dan kembali ke logo awal. Begitu seterusnya sampai tidak tahu berapa kali, yang pasti lebih dari 10 kali, kemudian setelah sukses melewati logo LG, yang keluar adalah Optimizing App 1 of … (jumlahnya puluhan dan bertambah setiap saya instal aplikasi baru).

keluhan LG naldotech.com
© naldotech.com

Aneh! Itu yang terbesit di dalam pikiran saya saat itu. Tapi karena saya pikir ah ini mungkin cuma sekali saja. Dan saya matikan kembali karena saya harus bersiap keluar kota, dan baterai G4 saya saat itu sudah 15%. Pikir saya nanti akan saya switch dengan baterai cadangan yang sudah full karena saya charge semalam.

Cukup lama, mungkin di atas 1 jam, saya baru teringat bahwa saya lupa menukar baterainya dan kondisinya masih mati. Lalu saya switch dan menyalakan kembali. Everything seems normal, jadi saya kembali bersiap-siap lagi. Kemudian saya ingin mengecek ada notifikasi apa di HP saya, ketika itu saya menemukan kejadian itu berulang LAGI. Bootloop yang cukup lama, dan Optimizing App 1 of … LAGI. This is getting serious!

Saya tanyakan pada teman saya yang beli barengan G4 nya apakah mengalami kasus yang sama? Dia bilang tidak, dan menyarankan saya coba factory reset saja, mungkin ada file yang nyantol atau sebagainya. Make sense sih, oke saya factory reset. Dan setelah selesai saya sambil instal ulang aplikasi-aplikasinya sembari saya di perjalanan. Semua baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda restart lagi dan keanehan di G4 saya. Saya pikir semua sudah selesai, dan happy ending. But I was wrong.

Seperti biasa di malam harinya saya matikan HP saya, dan keesokan paginya saya nyalakan kembali. Saat ini posisi saya di luar kota, ikut menjaga keponakan-keponakan saya, karena ART dan suster bayinya mudik. Jadi setelah saya nyalakan, saya cek email dan socmed sebentar, lalu saya taruh HP saya kembali. Tak ada yang aneh, sampai kemudian saya kembali untuk mengecek HP saya, dan apa yang terjadi? Bisa menebak? IT HAPPEN AGAIN. Those bootloop monster is coming back.

Saya mulai desperate, dan mencoba mencari penyebab, saya googling sana dan sini, membaca review soal G4 tapi tidak menemukan kasus serupa. Ada beberapa kasus serupa bootloop dan Optimizing App seperti kasus saya, tapi di Nexus 5 dan lainnya, semenjak software-nya di upgrade jadi 5.1, seperti versi OS Android saya. Tapi dari semua keluhan-keluhan mereka itu, tidak ada jalan keluarnya, sudah saya coba saran-saran yang mereka berikan juga, tapi tidak berhasil untuk saya.

Selama 1 minggu itu bisa dibilang saya merasa mulai menyesal membeli HP yang mahal ini kalau jadinya seperti ini. Tapi saya masih coba bersabar, ketika kembali nanti akan saya bawa ke service centre untuk diperiksa. Toh selama pemakaian sehari-hari, saat saya matikan untuk switch baterai pun tidak masalah, cuma ketika dinyalakan setelah malam dimatikan saja jadi begitu. Jadi perkiraan saya waktu itu adalah entah setiap malam mungkin ada rutinitas update data atau apa, jadi selalu Optimizing App di paginya.

Sekembalinya ke Malang, kota saya tinggal, saya belum sempat untuk membawa HP saya ke service centre karena ada kepentingan lain. Jadi pada tanggal 27 Juli 2015, hari Senin saya bawa G4 saya ke service centre dan menjelaskan keluhan saya, bahwa setiap saya matikan tengah malam, keesokan harinya setelah beberapa lama, tiba-tiba restart-restart sendiri, dan Optimizing App. Ini selalu setiap hari. Juga soal G4 teman saya tidak begitu. Juga soal kalau dimatikan biasa tidak apa-apa. Soal kalau kernel versionnya sudah terbaru. Semua sudah saya sampaikan.

Lalu HP saya di bawa masuk ke dalam oleh salah seorang CS, dan tak lama ada teknisi(?) yang keluar dan menjelaskan bahwa ini masalah software. Harus diinstal ulang software-nya, kemungkinan saat update, ada file yang corrupt sehingga jadi seperti itu. Oke, make sense dipikiran saya. Tapi masalahnya adalah di Malang belum ada software-nya, yang ada di Surabaya, jadi harus saya bawa ke sana untuk diinstal ulang. Wait, ini tanggung jawab saya yang harus bawa sendiri ke sana?

Saya coba tanyakan ini bisa kalau saya titipkan disini, lalu dikirimkan ke Surabaya oleh LG? Jawabannya adalah bisa, tapi cukup lama, sekitar 1 minggu karena harus dikirim ke Surabaya. Okelah pikir saya, daripada saya yang harus ke Surabaya sendiri, dimana saya juga ada tanggung jawab kerja di Malang. Jadi saya putuskan untuk dititipkan untuk dikirimkan ke Surabaya dengan keterangan instal software ulang.

Disini sebenarnya cukup menggelitik saya, dimana mereka TIDAK menawarkan saya untuk dititipkan dan mereka yang kirimkan ke Surabaya, tapi saya sendiri yang inisiatif untuk menanyakan ini. Tapi saat itu saya tidak terlalu ambil soal akan hal ini. Mereka menjanjikan 1 minggu jadi saya kira-kira akan dihubungi pada hari Senin 3 Agustus 2015.

Pulanglah saya, dan menghitung hari sampai saya bisa menerima G4 saya kembali dengan harapan sudah sehat. Kemudian pada hari Kamis, 30 Juli 2015, saya mendapatkan telepon dari pihak LG yang ingin mengkonfirmasikan apa saya tahu email dan password yang saya gunakan di G4 saya, karena ini diperlukan untuk bisa masuk lagi ke G4 saya nanti. Ini mereka tanyakan sebelum mereka melakukan instal ulang. Terus terang saat itu saya heran dan cemas. Bagaimana mungkin mereka melakukan instal ulang dan mereka menanyakan email dan password saya? Dibuat apa?

Mereka menjelaskan bahwa memang di keluaran smartphone mereka terbaru, yaitu G4 ke atas, akan ada fitur ini, bahwa jika diinstal ulang untuk hal sekuriti, harus tau email dan password untuk bisa masuk lagi ke smartphonenya. Mereka berkali-kali memastikan apa saya masih ingat email dan password-nya? Saya masih terheran-heran dan cuma bilang oke nanti saya SMS email dan password-nya.

Kemudian segera saya telepon ke service centre di Malang dan menjelaskan bahwa saya barusan di telepon dan dimintai email dan password saya. Apakah memang benar demikian? Karena email dan password kan hal yang confident, aneh sekali menurut saya kalau sampai harus ditanyakan ke user.

Tapi kemudian mereka menjelaskan bahwa saya tidak harus memberikan email¬†dan password ke mereka, memang ada fitur sekuriti itu, bahwa harus login dengan email dan password yang pernah saya masukkan supaya saya bisa pakai lagi G4 saya. Karena kalau saya lupa, mereka akan instal software tambahan untuk ‘membobol’ fitur sekuriti itu. Owh i see, saya mungkin salah paham dengan maksud mereka tadi, dan saya mengiyakan bahwa saya masih ingat, dan memberikan persetujuan silahkan diinstal ulang.

Keesokan harinya, Jumat 31 Juli 2015 saya mendapatkan telepon bahwa G4 saya sudah selesai diinstal ulang, dan sekarang sudah ada di Malang, bisa saya ambil di service centre. Saya senang sekali. Tentu saat itu LG mendapatkan nilai positif, karena bisa menyelesaikan ini lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan, dan kebetulan karena saya Minggu harus keluar kota, jadi saya bisa membawa G4 saya.

Semua penyesalan dan kekecewaan sebelumnya terobati karena G4 sudah kembali saya pegang. Saya merasa sudah normal semua dan bisa saya gunakan dengan baik. Saya amati keesokan harinya juga tidak ada masalah, dan saya bawa keluar kota. Dan tidak terlihat ada sesuatu yang aneh, karena kebetulan saya selalu lupa mematikan G4 saya ketika saya tidur malam harinya. Tapi saya pikir ah ini sudah normal, kan sudah instal ulang. It’s a happy ending for all.

Tapi ternyata seperti judul salah satu reality show di TV luar, HAPPILY NEVER AFTER. Bersambung ke post saya berikutnya.

New Hobby?

Sudah bertahun-tahun semenjak aku lahir, aku tidak pernah membayangkan akan menemukan kesukaan dalam membaca buku, terutama novel. Membayangkannya saja, membaca buku ratusan halaman yang isinya penuh tulisan seakan harus merapal mantra buat dapat ilmu kesabaran di bawah air terjun 7 hari 7 malam *berlebihan*. Tapi semua itu berubah beberapa waktu yang lalu, ketika aku diingatkan (baca dipaksa) untuk mempunyai kegiatan lain di sela-sela waktu “nganggur”-ku.

Sehari-hari memang aku tidak punya kegiatan yang cukup berarti diluar jam tidur, makan, olahraga dan jam kerja. Biasanya kuhabiskan dengan menonton tv, bermain game, menonton film, check social media, nunggu dan gangguin bro-ku, looping seperti itu. Seringnya bosen kalau bro ndak bisa dikontak, atau balasnya lama, atau lagi ada kegiatan. Jadi uring-uring guling-guling ga jelas mau ngapain.

Kemudian bulatlah tekad untuk nyontek resolusi bro, yaitu membaca buku sejumlah xx dalam setahun (lupa persisnya berapa). Awalnya masih ngomel sih, bayangin baca buku segitu tebel butuh berapa lama. Apa juga nanti aku betah bacanya, atau malah bukunya mangkrak di dalam lemari kayak buku pemrogramanku lainnya? Semua masih misteri sampai aku akhirnya berkunjung ke sebuah mall dan “mengisengkan” diri ke toko buku disana.

Ketika aku masuk, tentu saja aku langsung menuju display buku populer dan buku diskon. Bayangin kan, buku setebel itu harganya berapa? Wong buku komik tipis aja harganya 20 ribuan. Dan setelah berkeliling-keliling sekitar 1 jam lebih, akhirnya memutuskan 2 buah buku yang akan aku beli. Yang pertama “The Day You Died” dan yang kedua “My Sister’s Keeper“.

Alasan untuk membeli buku yang pertama adalah karena dari sinopsisnya cukup membuatku penasaran, apakah ini semacam bacaan untuk refleksi diri atau semacamnya. Selain itu juga dari info di covernya bahwa buku ini sudah dicetak di sekian puluh negara dan diterjemahkan dalam sekian puluh bahasa. Wah berarti ini buku yang diminati ya, pikirku begitu.

Lalu untuk buku yang kedua, aku membelinya karena sinopsisnya juga, dan terdapat info International Best Seller. Selain itu sepertinya juga pernah direkomendasikan oleh bro, dan sudah ada filmnya juga.

new hobby 1

Sebenarnya ada yang lumayan menggelitik ketika aku melihat di area Novel Terjemahan. Ada beberapa novel yang dikemas dalam bentuk bundle, contohnya novel berseri seperti Twilight, The Lord of The Rings, The Hunger Games. Namun yang bikin penasaran ini bundle The Hunger Games, disana tertera harganya 225 ribu, berisi 3 buku. Lalu aku tidak sengaja melihat novelnya yang dijual satuan juga, harganya 68 ribu per buku.

Otak kiriku mulai bekerja menghitung-hitung *maklum masih merasa novel itu mahal*, 68 ribu x 3 itu kan seharusnya dibawah 225 ribu kan ya? Tapi kok bundle-nya malah lebih mahal? Aku kira selama ini istilah borongan itu selalu berpasangan dengan istilah lebih murah/hemat. Tapi ternyata tidak berlaku sama untuk novel, bundle bisa lebih mahal. Entah karena dapat foto penulis atau apalah, atau karena ada “rak-rak”-an yang bisa mengumpulkan bukunya jadi satu, aku juga tak begitu paham.

Setelah membeli aku tak langsung membaca kedua novel itu, sampai tiba weekend depannya, aku membuka salah satu bungkus novel “The Day You Died“. Tidak ada alasan khusus sebenarnya, tapi novel yang kedua terkesan tragis dan bakal menguras air mata, jadi aku memilih membaca buku pertama dulu.

Waktu aku start membaca itu sudah malam hari, sekitar jam 7 atau 8. Tak terasa aku terhanyut dalam kisah di novel itu, dan bisa merasakan kengerian juga ketika membaca plot-plot yang ngeri. Waktu sudah menunjukkan jam 12 malam, masih kepingin baca lanjutannya, tapi takut semakin ngeri dan ga bisa tidur. Akhirnya selesailah separuh buku dalam waktu beberapa jam saja. Sebuah rekor yang baru sepertinya.

Keesokan harinya sudah tidak sabar untuk melanjutkan kembali membaca kisahnya, tapi pagi hari hanya sempat membaca tambahan sekian puluh halaman, dikarenakan harus beribadah. Sepulangnya tidak sabar aku langsung melanjutkannya lagi, dan tidak sampai sore buku itu sudah habis, dan lega setelah mengetahui endingnya. Ternyata membaca novel tidak seburuk bayanganku selama ini.

Sering aku melihat gambar ilustrasi kartun tentang perbedaan membaca dan menonton televisi. Saat membaca, pikiran/imajinasi kita bekerja, tapi sebaliknya saat menonton televisi, pikiran/imajinasi kita kosong, karena kita sudah melihat visualisasinya, dan kita tampak bodoh dengan itu. Now I get it now!

new hobby 2

Kalau dipikir-pikir, dulu sewaktu aku SD juga pernah membaca buku cerita semacam Goosebumps, atau beberapa serian lainnya yang aku sudah lupa apa. Memang tidak bisa dibandingkan dengan novel ratusan halaman, tapi aku ingat kalau aku sebenarnya juga suka membaca. Tidak ingat kapan ketika kesukaan itu berbalik jadi anti dan beranggapan apa serunya membaca novel. Padahal sebenarnya aku pribadi juga suka menulis cerita pendek dan beberapa temanku juga menyukai beberapa tulisanku. Tapi itupun berhenti dikala aku terdistraksi dengan kegiatan-kegiatan yang lain.

Tapi akhirnya aku menemukan lagi keseruan dalam membaca novel itu. Aku sungguh salut pada para penulis novel, bagaimana mereka bisa menggambarkan sesuatu atau mengisahkan sesuatu dan membuat kita untuk ikut larut dalam alur ceritanya. Bahkan mungkin sampai merasa kalau kita yang jadi pemeran utamanya. Hanya satu kendala yang aku dapati adalah, aku tidak bisa benar-benar berkonsentrasi terutama ketika mendengar percakapan atau sedang diajak bicara. Mungkin perlu berguru ilmu isi adalah kosong dan kosong adalah isi.

Weekend kemarin bersama bro aku mencari tambahan 2 novel lagi, dan sepertinya malah lebih tebal dan lebih mahal dari novel yang sebelumnya. Pemilihannya pun random, dari sinopsis, dan cover-nya. Namun setelahnya aku merasa cukup lucky ketika rating kedua buku tersebut cukup bagus.

Saat ini aku sedang membaca My Sister’s Keeper. Ditulis dan dibuat dengan model yang berbeda dari novel The Day You Died. Dalam My Sister’s Keeper ini, semua pemeran mendapat giliran satu persatu untuk menjadi “aku”. Menjadikan ada beberapa tokoh yang punya karakter yang muncul dalam imajinasiku, karena semuanya melihat dari sudut pandang “aku”. Berbeda dengan The Day You Died yang selalu melihat dari sudut pandang pencerita.

new hobby 3

Apapun itu, aku sudah separuh jalan dalam membacanya, dan begitu penasaran bagaimana dengan kelanjutan kisahnya. Semoga saja weekend ini sudah bisa finisih dan minggu depan beralih dengan novel berikutnya. Sebenarnya target pribadi awalnya adalah 1 buku untuk 2 minggu, tapi tampaknya 1 buku hanya bisa bertahan dalam 1 minggu, karena begitu membuka dan membaca sekian halaman, tidak ada istilah pause untuk dilanjutkan loncat 1 hari saja tidak membaca kelanjutan kisahnya.

Tetapi dari membaca novel ini aku mendapat beberapa pemahaman baru, seperti bahwa selama ini bro selalu bilang ketika menonton film adaptasi dari novel, ahh, banyak bagian yang ga ada, dan semacamnya. Intinya adalah sebuah kritikan bahwa lebih seru membaca novelnya, yang selama ini aku tak mengerti kenapa bisa seru membaca tulisan haha! Well, tapi memang benar sih, di novel itu tertulis kisah yang begitu detail, yang tidak memerlukan properti dan pemeran yang harus memerankan adegan/emosinya, tapi semua itu berasal dari imajinasi kita sendiri. Sehingga seringkali ketika kita melihat film, dan kehilangan beberapa sentuhan detail yang dipotong karena alasan biaya atau lainnya, kita kehilangan beberapa potongan imajinasi kita juga.

Imajinasi itu gratis, tapi mahal! Mungkin bisa aku katakan seperti itu. Dan memang benar bukan? Imajinasi itu tidak perlu kita beli, tapi tidak ada harga yang bisa menggantikan imajinasi yang kita miliki. So, never waste your imagination. Keep up with good attitude towards your life, and good force will keep following you!