Category Archives: diary

Keluhanku untuk LG – Part 6

Semoga ini menjadi part terakhir tentang rentetan kejadian keluhan ini. Melanjutkan postingan saya sebelumnya, pagi ini saya kembali melakukan eksperimen untuk mengabadikan kejadian restart yang saya keluhkan. Saya harapkan pagi ini saya cukup 1 kali lagi untuk mendapatkan kejadian bootloop dan optimizing app.

Jadi pagi ini 29 Agustus 2015, pada pukul 07:11 saya menyalakan G4 saya setelah semalam dalam kondisi mati. Dari dua hasil eksperimen kemarin, saya sudah mendapatkan range waktu dari saat menyalakan kembali, lalu restart sendiri, adalah sekitar 18-20 menit. Jadilah saya menyalakan video pada pukul 07:28, dan benar saja pada pukul 07:30-07:31 G4 saya restart sendiri. Tapi kali ini cuma sekali saja, seperti di eksperimen kedua. Videonya disini.

Saya masih penasaran kok belum muncul ya kejadian bootloop dan optimizing app itu. Jadi saya memutuskan untuk mencoba lagi keempat kalinya untuk bereksperimen. Pada pukul 08:05 saya matikan kembali G4 saya, dan saya charge sampai full. Sekitar pukul 10:13 saya menyalakan kembali G4 saya. Semua masih normal, saya rencanakan akan menyalakan video sekitar pukul 10:30.

Jadi saat itu saya sedang melihat-lihat HP saya, dan kemudian menyadari keanehan bahwa HP saya kok kembali ke bahasa Indonesia. Padahal saat saya terima kemarin dari SVC, sudah saya ubah ke bahasan Inggris. Dan memang ternyata setelah saya lihat lagi, hasil eksperimen semalam juga bahasanya sudah Indonesia. Jadi ketika saya selesai mengubah setting bahasa menjadi bahasa Inggris, tiba-tiba HP saya restart sendiri. Jadi di video ke-4 ini dimulai sedikit terlambat seperti di video pertama.

10:30 HP tiba-tiba restart sendiri, dan setelah selesai, bahasa tetap Inggris, dan pukul 10:32 tiba-tiba restart kedua kalinya, dan akhirnya yang biasanya saya alami bisa diabadikan kali ini. Bootloop itu terjadi, dan juga optimizing app. Ini yang selalu saya alami, dan kalau saya ingat-ingat memang saya selalu menggunakan setting bahasa Inggris tiap harinya. Well, saya tidak tahu pasti apa bahasa bisa menyebabkan ini atau tidak. Dan saya sudah tidak mau tahu lagi. Silahkan dilihat sendiri videonya.

Setelah optimizing 48 apps, HP saya selesai proses ini pada pukul 10:44, dan dengan kondisi HP panas. Beginilah tiap-tiap hari yang saya alami, seperti yang saya keluhkan. Terus terang saya cukup lega bisa memberikan bukti yang nyata bahwa memang apa yang saya keluhkan benar adanya. Meskipun saya harus membuang banyak waktu saya hanya untuk melakukan video-video ini. Tapi saya hanya ingin ada fakta, bukan cuma kata-kata saja.

Terus terang dengan keempat eksperimen yang saya lakukan dari kemarin sampai hari ini, sudah cukup jadi bukti yang kuat bahwa runtutan kejadian servis 2 kali itu hanya buang waktu saja. Ini masih terjadi, dan saya harus buktikan sendiri. Hari ini sudah hari ke 45 sejak saya membeli G4, dan total HP diservis adalah 22 hari.

Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Terutama dengan fakta bahwa 17 hari HP saya ‘diservis’, kenyataannya tidak mendapatkan treatment apa-apa. Ini semua sudah sangat merugikan saya. Saya rugi waktu, energi, pikiran, dan perasaan demi hal yang sia-sia.

Saya adalah seorang web programmer, dan tentu saya bekerja dalam bidang teknis. Dalam pekerjaan saya, saya dituntut untuk harus bisa online sebanyak mungkin untuk pekerjaan saya. Dan saya membutuhkan support gadget yang memadai untuk ini, saya memilih G4 dengan harapan juga bisa membantu saya dalam hal bekerja. Kenyataannya berakhir 22 hari di tempat servis.

Sebagai seorang programmer, yang juga pernah mendapatkan keluhan dari user, ketika mendapati web yang saya handle error, ya sama keluhan yang saya dapat juga lewat CS, saya berusaha memahami keluhan user tersebut. Ketika saya tidak yakin akan kejadian yang terjadi, saya menghubungi CS kembali untuk menanyakan runtutan kejadian dan beberapa pertanyaan yang bisa memudahkan saya untuk mengerti apa yang dialami user, dan jika benar ada masalah, saya bisa dengan mudah memperbaikinya.

Jadi jangan katakan ada miss dari sisi teknisi, CS dan user, itu sudah kode etik kerja, saya juga seorang yang bekerja di bidang teknis, dan saya harus profesional. Jika memang kita profesional di bidang kita, tentu kita tidak akan dengan gampang memberikan alasan-alasan tidak masuk akal demi membela diri kita. Tentu saya juga mendapatkan tuntutan cepat untuk memperbaiki ketika ada bug/error yang terjadi di web yang saya handle. Ketika itu, tidak berarti saya langsung membalas sudah selesai kan? Yang dituntut cepat adalah cepat dan masalahnya beres.

Saya sangat menyesalkan kasus ini. Karena kelalaian 1 orang, brand LG sudah tidak memberikan kesan yang bagus lagi untuk saya. Saya tidak hanya pengguna smartphone LG, saya juga menggunakan kulkas LG, dan sempat berniat untuk menggunakan micro hi-fi LG karena saya percaya dengan brand LG, tetapi karena di kota saya tinggal tidak dijual, maka saya akhirnya membeli produk dari brand lain. Terus terang saat ini saya cukup bersyukur tidak jadi membeli, karena saya sudah kapok berurusan dengan masalah servis LG.

Meskipun setelah seri G4 ini nanti mungkin ada seri G5 dan seterusnya yang lebih wow, jujur saja, saya jadi ragu untuk membeli lagi. Sayang sekali menurut saya. Banyak karyawan Anda yang bekerja sudah baik, meskipun saya juga sempat komplain sebelumnya, tapi itu masih bisa dimaklumi karena keterbatasan yang ada. Nobody’s perfect.

Yang saya inginkan saat ini adalah SOLUSI. Saya sudah TIDAK PERCAYA janji servis untuk diperbaiki lagi. Ayolah, saya harus disuruh menunggu berapa lama lagi? 17 hari kemarin sudah terbuang sia-sia. Dan setiap saya menanyakan kompensasi untuk saya tidak ada jawaban apa-apa. Ini kelalaian dari pihak Anda, jangan rugikan saya lebih banyak lagi. Saya tidak perduli bagaimana caranya saya minta solusi yang TERBAIK SEGERA. Ini sudah mencapai limit saya.

Keluhanku untuk LG – Part 5

Hari ini saya mendapatkan 3 nama. Pak Anam, Mbak Eka, dan Pak Roziki. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan nama. Mereka adalah nama-nama yang saya dapatkan ketika mengunjungi SVC LG di Malang siang ini. Ya, SVC menelepon ke rumah saya bahwa HP saya sudah sampai, bisa diambil. Dan pada siang sekitar pukul 13:30 saya datang ke SVC LG.

Saya utarakan ingin mengambil G4 saya, dan Mbak Eka dengan sigap mengambil HP saya dan memberikannya. Saya menukarkan dengan tanda terima dan saya tanyakan kok lama sekali, apa sudah benar selesai problemnya? Kata Mbak Eka sudah selesai, baru datang tadi pagi. Saya tanyakan lagi benar sudah selesai ya, problemnya dimana? Mbak Eka menyampaikan kalau katanya masalah software.

Saya heran kalau masalah software, berarti diinstal ulang? Lha dulu kan diinstal ulang sudah tapi masih begitu juga? Kalau ini diinstal ulang juga kan sama saja? Mbak Eka menjadi ragu, dan kemudian berkata akan menghubungi teknisi untuk menanyakan. Saya dengar Mbak Eka menanyakan problemnya apa, soalnya customer menanyakan, apa teknisi tidak menghubungi saya?

Beberapa lama berbicara, Mbak Eka lalu berkata bahwa lebih baik teknisi tersebut yang bicara langsung dengan saya. Belakangan saya tahu nama teknisinya adalah Pak Anam, yang bekerja di SVC Tegalsari Surabaya. Saya kemudian berbicara dengan Pak Anam dan menanyakan ini HP saya sudah normal ya Pak, kerusakannya dimana? Bapak tersebut kemudian kembali bertanya pada saya, ini sebenarnya dari awal masalahnya bagaimana?

Lha, gimana sih pikir saya. Saya kemudian menjelaskan lagi, bahwa dulu awal kasus restart terjadi setelah dimatikan bla bla bla. Kemudian di instal ulang software-nya masih terjadi lagi, sehingga saya bawa ulang untuk diperbaiki. Pak Anam tersebut menjawab yang dulu awal itu saya cuma diminta instal ulang software saja, Mbak CS nya tidak menjelaskan kalau ada masalah apa-apa. Saat mendengar ini, aneh sekali, karena saya juga tau sendiri bahwa Mbak Eka saat itu menuliskan di tanda terima soal keluhan saya kala itu. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan tanda terima yang pertama.

Pak Anam kembali melanjutkan, untuk yang sekarang ini, dikabarkan bahwa HP nya ketika dimatikan, tidak bisa menyala. Jadi dia coba tidak ada masalah. Semua normal. Di situ saya mulai emosi, apa maksudnya itu? Jelas-jelas di postingan saya sebelumnya juga sudah saya sertakan tampilan tanda terima dan ada keluhan saya jelas disitu. Mbak Eka juga sudah menuliskannya. Pak Anam berkilah saya cuma diberitahu sama Mbak CS demikian. Keluhan di tanda terima tidak dibaca?

Saya bertanya lalu apa maksudnya ini HP saya selama 17 hari tidak diapa-apakan? Pak Anam berkilah lho bukan tidak saya apa-apakan. Saya cek setiap hari, saya nyalakan bisa. Lalu saya jelaskan lagi, lho masalahnya bukan tidak bisa dinyalakan, tapi harus ditunggu dulu 30 menit blablabla. Pak Anam kemudian berkata dia tidak tahu kalau kasusnya seperti itu, dia coba kontak saya juga tidak bisa. Jadi sekarang yang salah saya? Saya sudah menyerahkan kontak saya 2 nomor di tanda terima itu, dan selama 17 hari apa setiap 17 hari dia kontak saya tidak pernah bisa dihubungi? Ayolah! Tidak masuk akal.

Saya bilang saya tidak merasa dihubungi. Dia bilang lagi ya itu, mbak saya hubungi tidak bisa. Menu juga terkunci, jadi saya juga tidak bisa melihat ke dalam. Saya semakin emosi. Kalau memang diperlukan, kan bisa hubungi saya, ketika diminta untuk mengetahui pattern lock saya, tentu akan saya berikan segera. Apa ini bukan alasan saja tidak ada perbaikan?

Saya bertanya lagi, jadi ini sama sekali tidak diapa-apakan kalau begitu HP saya? Cuma dibiarkan saja? Ya tidak jawabnya, saya cek setiap hari dan tidak menemukan ada masalah. Kemudian dia melanjutkan, Mbak kan kemarin telepon ke Service Centre di WTC, katanya minta cepat, ya sudah saya kirimkan ke Malang. Lho kok begitu, ini kan belum diperbaiki apa-apa. Lagian seperti post saya sebelumnya, ketika saya telepon ke WTC, statusnya sudah dikirim kok ke Malang. Jadi yang benar dia ketika menerima telepon, mengaku sudah dikirim, dan kemudian dia kirimkan supaya saya tenang begitu?

Ya kan mintanya cepet, lanjut Pak Anam, ya kalau mau ditest, coba saja kan kemarin saya kirimkan dalam kondisi mati, coba tanyakan ke Mbak CS di Malang, apa HP nya mengalami masalah seperti yang dijelaskan. Saya berkata ya ga bisa tahu Pak, wong saya terima kondisinya dalam kondisi mati. Di Malang juga menerima HP kembali tentu bayangannya adalah sudah normal. Dan Mbak CS cuma sempat mencoba dinyalakan dan normal kemudian dimatikan.

Pak Anam tapi berkilah berputar-putar seperti tadi. Saya juga sudah habis kesabaran dan emosi memuncak. Saya berikan telepon ke Mbak Eka, saya sudah sangat marah, kecewa, terbodohi, dan tersinggung atas respon yang saya terima dari Pak Anam. Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Saya menunggu 17 hari, ditambah 5 hari ketika diinstal ulang. Kemudian mengetahui bahwa HP saya tidak diapa-apakan. Dia merasa lebih tahu kondisi HP saya dari saya, dia menyalahkan saya karena ‘katanya’ saya tidak bisa dihubungi, dia menyalahkan CS di Malang karena tidak memberikan informasi, dan mengadu saya dengan CS di Malang, lalu karena saya minta cepat, dia mengirimkan begitu saja HP saya, dengan kondisi kotak kardus HP saya sudah begitu kotor. I’m pissed off!

Untung ketika itu saya datang bersama teman saya, dan kemudian meminta kontak manajer atau atasan dari SVC Malang. Mbak Eka kemudian memberikan nomor kontak Pak Roziki. Teman saya kemudian menceritakan semua masalahnya, dan ternyata Pak Roziki juga merasa timnya dirugikan dalam kasus ini. Ketika semua pengaduan saya ke Customer Care LGuntukAnda, yang dikejar-kejar kenapa kok tidak selesai-selesai adalah Pak Roziki dan tim di Malang, karena saya menyerahkan di Malang.

Pak Roziki dan tim berusaha mengontak tim Surabaya menanyakan bagaimana kondisi HP saya. Tapi tidak direspon. Lalu kemudian ada private line dari Surabaya berkata ke Pak Roziki, untuk menghubungi customer menanyakan statusnya sekarang bagaimana? Lha HP nya ada di Surabaya, kok malah menanyakan customer? Dari telepon saya dengan Pak Anam pun, saya juga sudah menyimpulkan bahwa dari pihak Tegalsari Surabaya yang tidak mau disalahkan, dan tidak memperbaiki apa-apa.

Hasil diskusi teman saya dan Pak Roziki, adalah bahwa saya silahkan mencoba lagi HP saya, apabila masalah yang sama masih terjadi, mari kita bawa bersama-sama hard complain ke Surabaya. Dari saya dan dari Pak Roziki. Saya tidak habis pikir dan marah sekali, alasan-alasan yang diberikan Pak Anam sungguh tidak masuk akal. Malah dia turut menyalahkan saya dan Mbak Eka. Saya tidak merusak HP saya, saya juga tidak mau kondisinya seperti ini. Jika tidak capable tidak usah mencari kambing hitam dan banyak alasan.

Bukti lainnya bahwa HP saya tidak diapa-apakan adalah ketika saya membawa HP saya ke SVC Malang pada tanggal 11 Agustus 2015, saya sengaja charge full HP saya 100%. Dan ketika saya terima tadi, betapa terkejutnya saya, ketika baterai HP saya masih tersisa 90%. 17 hari yang diclaim dicek setiap hari, hanya berkurang baterai 10%?? Sungguh tidak masuk akal!

Belakanganpun saya ketahui bahwa Mbak Eka meminta Pak Anam menjelaskan langsung ke saya, karena ketika Mbak Eka menanyakan perbaikannya apa, jawaban yang diberikan Pak Anam juga sama, kalau tidak ada kerusakan apa-apa. Jadi Mbak Eka merasa tidak enak kalau menyampaikan itu ke saya, akhirnya minta Pak Anam sendiri yang menjelaskan.

Ternyata dari Customer Care pun sudah membalas email saya demikian. Sengaja belum saya balas, karena saya masih menunggu eksperimen saya.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, karena untuk detil perbaikan yang lebih mengetahui adlah teknisi kami, email ibu telah kami sampaikan ke SVC terkait agar dapat diinfokan juga ke ibu mengenail detil kerusakan unit nya.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Saat ini saya sedang melakukan eksperimen. HP sudah saya matikan sejak pukul 15:14. Pada pukul 16:30 nanti akan saya nyalakan kembali dan saya tunggu kasus yang sama terjadi. Kali ini mungkin tidak bisa mengabadikan keseluruhan waktu dari dinyalakan sampai restart, tapi ketika proses restart-restart terjadi, akan saya rekam dan saya tambahkan di blog ini. Sehingga semua tahu bahwa kasus yang sama masih terjadi, dan claim Pak Anam bahwa HP saya normal saja selama dicek dia adalah salah.

Update : saya menyalakan HP saya pukul 16:25, dan menunggu sampai pukul 16:43, HP saya restart sendiri. Dan baru beberapa saat, restart kembali, selesai pukul 16:45. Sedikit berbeda dari kasus biasanya, bahwa restart kedua biasanya gagal dan bootloop, lalu Optimizing App, kali ini restartnya berjalan normal. Tetapi tetap aneh karena tetap ada restart sendiri, dan 2 kali berturut-turut dalam waktu berdekatan. Bisa dilihat sendiri videonya disini.

Malamnya sekitar pukul 18:39 saya mematikan lagi HP saya, dan membiarkannya sampai pukul 20:11 saya nyalakan. Lalu pada pukul 20:28 saya merekam HP saya, dan terlihat disana saya tidak melakukan apa-apa, cuma menunggu dan kemudian ketika saya coba knock-knock, sempat menunjukkan pattern lock screen, dan terlihat pukul 20:30. Tiba-tiba layar mati, dan restart sendiri. Saya coba tunggu sampai 5 menit berikutnya tapi restart cuma sekali.

Besok akan saya update untuk experiment ke-3, dengan lengkap SIM Card dan Memory Card.

Keluhanku untuk LG – Part 4

Bukan bermaksud untuk memperpanjang masalah ini, yang memang sudah panjang. Saya hanya ingin menuliskan setiap proses kejadian yang terjadi, supaya juga bisa menjadi pembelajaran untuk yang membaca. Bersambung dari part1, part2, dan part3, statusnya saat ini sudah lebih cerah.

Saya sempat salah mengira bahwa Customer Care yang melayani saya hanya membalas di malam hari, karena kemarin sore tepatnya pukul 14:30, Customer Care tersebut membalas email saya.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, hari ini informasi yang kami terima adalah unit sudah dalam proses pengiriman ke SVC LG Malang, jika unit telah sampai di SVC ibu akan langsung dikonfirmasi oleh SVC / teknisi kami.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Ya, saya belum berniat untuk membalasnya, karena saya coba menunggu kabar HP saya dulu bagaimana. Daripada saya harus mengucapkan terima kasih, tapi beberapa jam kemudian saya harus mengeluh lagi soal HP saya yang masih bermasalah. Jadi saya putuskan untuk tunggu sampai esoknya 28 Agustus 2015.

Sampai hari Jumat 28 Agustus 2015 pukul 12:00, SVC di Malang belum mengabari saya perihal kedatangan HP saya. Terus terang saya berharap bisa datang hari ini sesuai dengan yang dijanjikan. Saya masih akan menunggu sampai sore nanti jam kantor SVC tutup.

Sembari menunggu, saya merasa perlu take action untuk memastikan problem apa yang terjadi di HP saya, apa benar-benar sudah ditemukan masalahnya. Saya boleh dibilang bawel dan terlalu cerewet. Tapi ya itu hak saya. Saya sebagai user maunya menerima yang terbaik.

Terima kasih, saya juga sudah telepon kemarin ke SVC Malang, dan infonya akan sampai di Malang hari ini.

Yang saya ingin tanyakan, apa bisa dijelaskan kepada saya, bahwa problem yang terjadi sudah ditemukan? Sudah benar-benar fix ya problemnya?

Problemnya ada dimana? Apa ada masalah di hardware atau dimana? Bisa tolong dijelaskan? Saya ingin memastikan bahwa memang ini tidak akan terjadi lagi karena benar-benar sudah fix.

Saya akan coba beberapa lama untuk testing setelah datang nanti. Dan jika ternyata masalah yang sama masih ditemukan, apa tidak ada kompensasi dan solusi lain? Seperti swap device? Bisa dipastikan?

Tentu saya tidak mau kalau sampai harus masuk ke SVC lagi dengan alasan akan dicari problemnya dimana.

Thanks,

Demikian surat saya tulis, dan pertanyaan yang sama akan juga saya tanyakan nanti ke SVC Malang. Ini sangat diperlukan, karena kalau tidak, apa tidak ada kompensasi apapun? Tentu saja jika memang terjadi karena kesalahan saya, saya tidak akan membawanya panjang lebar. Tapi karena ini terjadi sejak H+1 pembelian, tentu saya berhak mendapatkan keadilan. 44 hari membeli, 21 hari di SVC. Menyedihkan.

Saya masih menunggu hari ini dan memastikan bahwa HP saya bisa dihubungi. Tentu jika kabar yang saya terima adalah kabar baik, saya akan dengan senang hati juga menuliskan bahwa problem saya selesai. Saya tidak ingin muluk-muluk. Hanya selesaikan masalah yang terjadi. Dan saya akan senang.

Keluhanku untuk LG – Part 3

Lanjutan dari keluhan pertama dan keluhan part kedua,  semalam sudah ada balasan dari Customer Care mereka di email. Balasannya adalah sebagai berikut.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ibu. Email dan keluhan ibu telah kami follow up ke SVC dan departemen terkait, informasi nya saat ini unit sedang dalam perbaikan di SVC kami di Surabaya. mohon ditunggu konfirmasi dari SVC dan teknisi kami untuk status perbaikan handphone ibu Irma.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Baiklah, dari kabari ini ternyata belum jelas juga apa status perbaikannya berhasil atau tidak, kenapa lama sekali, dan kenapa tidak ada kabar apapun ke saya. Saya coba memastikan lagi dengan surat balasan ini.

Terima kasih untuk responnya.

Untuk perbaikan ini membutuhkan waktu berapa lama? Apa tidak ada perkiraan? Apa sudah ditemukan masalahnya atau belum?

Sejak email balasan terakhir dari tanggal 24 Agustus, disuruh menunggu kabar dari SVC dan teknisi, tapi tidak ada kabar sama sekali ke saya. Saya sudah korban uang lebih untuk memilih HP ini sebagai smartphone saya.

Dari total pembelian, hari ini adalah hari ke 43 setelah saya membeli G4 ini, dan 20 harinya dihabiskan di service centre. Apa tidak ada cara yang lebih solutif lagi? Ini HP Flagship kan? Apa servis di LG harus seperti ini?

Terus terang saya sangat kecewa dan tidak berminat merekomendasikan smartphone LG ke kerabat/kenalan saya kalau memang kondisi tetap seperti ini.

Thanks,

Disini saya sama sekali tidak mendapatkan kepastian apa-apa. 15 hari di tempat servis, dan kabarnya cuma disuruh menunggu konfirmasi. Dan tidak ada konfirmasi apa-apa, selalu saya yang harus kontak terlebih dahulu, tidak seperti yang dikabarkan. Dan sampai hari ini 27 Agustus 2015, pukul 12:35, email saya belum dibalas. Saya mulai menduga bahwa Customer Care yang melayani saya itu mendapat shift malam, jadi baru membalas di atas jam 5 sore.

Saya putuskan untuk menunggu lagi sampai tanggal 27 Agustus 2015, dan TELEPON DULUAN ke SVC di Surabaya, yaitu WTC yang merupakan Service Mobile Centre. Setelah menelepon, saya infokan nama dan tipe HP saya, dan saya kabarkan bahwa HP saya dikirim dari Malang, CS yang menerima telepon saya kemudian meminta saya menunggu, dan terdengar samar-samar dia berbicara dengan orang yang lain, tapi saya tidak tahu apa.

Setelah itu dia kembali berbicara dengan saya, dan menyampaikan bahwa HP saya tidak ada disitu. Saya kaget sekali, lha terus dimana? CS tersebut menjelaskan bahwa HP saya ada di Tegalsari, memang kalau HP kiriman dari Malang, akan diservis disana. Saya menanyakan lagi, lha bukannya di sini yang Service Mobile pusatnya? Kenapa kok dikirim ke Tegalsari? Apa disana juga ada service untuk mobile?

CS tersebut menjawab disana juga ada service, dan kiriman dari Malang selalu diterima disana. Saya mengatakan ini HP saya sudah diservis 16 hari, lama sekali dan tidak ada kabarnya. CS tersebut mengambil inisiatif yang bagus bahwa dia akan menelepon Tegalsari dan memastikan kondisi HP saya, dan meminta kontak saya untuk nanti dihubungi. Thanks God, finally someone do her job!

Setelah menunggu beberapa lama, sekitar 15 menit, CS tersebut menelepon saya. Dia mengabarkan bahwa statusnya saat ini HP sudah selesai diperbaiki, dan kemarin (26 Agustus 2015) sudah dalam pengiriman ke Malang. Pihak Tegalsari mengaku sudah menghubungi saya, namun saya tidak bisa dihubungi. Aneh pikir saya, karena saya mencantumkan dua nomor telepon. Satu handphone dan satunya lagi telepon rumah. Tidak ada satupun yang saya terima, dan apa mereka hanya mencoba satu kali? Saya juga tidak tahu.

Lanjutnya CS tersebut mengabarkan bahwa dalam hari ini atau besok, HP saya sudah bisa diambil. Silahkan menghubungi SVC LG di Malang. Baiklah saya sudah cukup lega bahwa “akhirnya” HP saya sudah dinyatakan selesai(?) diperbaiki. Sekarang waktunya saya untuk menghubungi SVC di Malang.

Selama proses ini sebenarnya ada kontradiksi antara jawaban yang diberikan. Ingat email di atas, disana Customer Care mengatakan bahwa HP saya dalam status perbaikan (26 Agustus 2015), tetapi CS di WTC mengatakan bahwa HP saya sudah dikirim kemarin (26 Agustus 2015) dan menelepon saya, tapi saya tidak bisa dihubungi. Well, let’s just skip the assumption and call the SVC in Malang.

Saya kemudian menelepon SVC di Malang dan menanyakan status HP saya. CS tersebut mengatakan bahwa HP saya dalam pengiriman kemarin, dan akan sampai hari ini atau besok. Nanti saya akan dihubungi. Kenapa ya pengiriman dari kemarin Surabaya ke Malang, bisa sampai besok baru saya terima? Banyak pertanyaan lain yang timbul di benak saya, tapi saya sudah merasa cukup thankful bahwa akhirnya HP tersebut akan kembali lagi ke saya. Saya mengucapkan terima kasih dan menutup telepon.

Jadi saat ini saya masih harus menunggu lagi maksimal sampai besok, untuk kabar HP saya jika sudah sampai di Malang. Jika benar sampai besok, maka total HP saya berkelana adalah 17 hari. Dengan harapan pula bahwa setelah HP saya terima, kondisinya bisa normal seperti HP pada umumnya, dan utuh, karena sudah 17 hari di tangan orang lain.

Terus terang saya masih belum bisa legowo dengan respon yang saya dapatkan dari SVC LG selama ini. Tapi tentu di beberapa poin mereka juga ada hal yang baik. Contohnya Customer Care yang membalas email saya, walaupun dibalas pada jam kerjanya(?), kenapa tidak ada Customer Care di pagi hari yang membalas saya(?). Dan inisiatif CS di WTC yang menelepon ke Tegalsari dan menghubungi saya kembali untuk menyampaikan kabar.

None is perfect, but you can always do your best. Semoga SVC LG bisa lebih baik lagi dalam melayani customer. Sayang sekali jika ada customer lain yang harus mengalami kekecewaan seperti yang saya alami ini. Saya akan update lagi bagaimana kondisi HP saya nanti setelah saya terima. Semoga ini benar-benar Happy Ending 🙂