Category Archives: diary

He’s No Longer My Son

Di kantor, ada seorang teman yang bernama Eko. Dia temanku pertama di kantor. Masih kuingat saat pertama aku masuk kantor, dan dikenalkan oleh managerku ke tim web, Eko yang kulihat online di gtalk. Karena gak kenal sapa-sapa, akhirnya kuputuskan SKSD nekat ngajak chat duluan basa basi.

Singkat cerita aku minta diajak makan bareng kalo dia makan, juga tanya di mana posisi kamar mandi #maklumbeser. Sewaktu kenalan karena lewat gtalk aku ga tau wajahnya. Yang kusangka saat itu adalah dia pasti lebih tua dariku. Jadi kupanggil lah dia Mas Eko. Tetapi ternyata setelah beberapa lama baru aku tau kalau dia lebih muda. Jadilah kupanggil nama saja.

hes no longer my son
 

Sudah 1 tahun lebih aku mengenal Eko. Sekitar awal tahun 2012, akhirnya dia menjadi salah satu tim ku. Sebelumnya memang kami partner duet untuk beberapa pekerjaan/produk. Dan sejak menjadi 1 tim, aku semakin banyak bekerja sama dan merepotkannya. Ya dulu Eko yang membantuku melewati masa-masa sulit penyesuaian dengan scripting di tempat kerjaku. Sampai sekarang juga sih.

Sekitar 2 bulan yang lalu, Eko bercerita kalau dia berencana resign dari kantor. Ada alasan ini dan itu. Reaksiku yang pertama adalah shock! What should I do? Harus kuakui banyak hal-hal seputar css atau js yang sering aku tanyakan ke Eko. Kontan saja rencana resign nya cukup membuatku pribadi shock. Partner duet ku, tim ku, and my first friend in office, finally choose his own path.

Tidak hanya shock, aku juga senang karena dia bisa maju dengan usahanya sendiri. Tapi juga sedih, karena aku harus kehilangan partner, salah seorang anggota tim, dan temanku di kantor. But life must go on. Saat itu pasti akan terjadi cepat atau lambat, dan memang ini sudah saatnya.

Sampailah di hari terakhir dia bekerja. Sorenya kami beserta tim yang lain mengikuti acara perpisahan Eko (baca: malak Eko). Tiba malam hari setelah kami sudah kenyang makan, Eko membagikan undangan. What!? Eko merit??? Terjawablah sudah alasan kenapa dia memutuskan untuk resign. Well, he call me “mom”, but he is getting married first T__T

hes no longer my son 2
 

Pada hari pernikahannya, aku dan tim datang ke sana. Tempatnya cukup jauh. Ada sekitar 15-16 km dari kantor. Sesampainya di sana terlihat Eko yang bersanding dengan istrinya. Waaah, istri loh, sudah beristri, aku sudah punya menantu #loh. Tak lama setelah kami menikmati (baca: menghabiskan) makanan, kami berpamitan pulang karena sudah cukup malam, dan perjalanan yang ditempuh untuk kembali juga cukup jauh. 1,5 tahun ini berlalu kerja bareng Eko ga kerasa udah berakhir saat ini.

And now, I have to back to reality, he’s not here anymore. Being the same team with me. But I’m really proud of you. I’m hoping the best for you. You’re no longer my son. You’ve grown bigger! But you’re still definitely be my friend. Maybe in the future I still gonna trouble you. Don’t ever get bored for helping me. Hehehe. Good luck my friend! All the best 🙂

*ps: quick give me grandchildren :p

Cowok Vs. Cewek

Sering kita mendengar ungkapan bahwa cowok itu makhluk dari Mars, dan cewek itu makhluk dari Venus. Cowok dan cewek itu sangat berbeda. Apabila main cari 10 perbedaan antara cowok dan cewek, pasti sangat mudah buat list nya.

Kenapa kok cowok dan cewek diciptakan berbeda? Soalnya udah jelas saling melengkapi kan, ga lucu juga kali kalo cewek itu fisik dan sifatnya itu sama persis kayak cowok, pasti pada ngeri deh. Kalau sahabat, kalian lebih pilih sahabat cowok atau cewek?

cowok vs cewek
 

Aku teringat dulu sewaktu kecil tomboy banget, bukan berarti sekarang udah feminim sih, cuma better lah than before. Sejak kecil aku memang lebih banyak berteman dan tumbuh di lingkungan yang lebih banyak cowok daripada cewek. Sampai saat ini pun juga begitu.

Postingan ini bukan ditujukan untuk mencari perbedaan cowok dan cewek sih, tapi lebih ke padanganku soal pertemanan cewek – cewek dan cewek – cowok. Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, bahwa aku lebih sering berteman dan tumbuh di lingkungan yang lebih banyak cowoknya, bukan merupakan hal yang tabu dan menyedihkan. Menurutku itu justru sangat luar biasa!

Jujur, selama ini persahabatanku dengan sahabat cewek tidak pernah berjalan mulus. Persahabatan cewek itu sangat rentan. Bahkan ada ungkapan kalau cowok sama cowok itu kalau berteman walau bahasanya kasar, saling ejek dan lainnya, tapi mereka tetap solid. Ga kayak cewek yang so sweet (baca: sok sweet), “duh, kamu cantik pake baju itu cin”, tapi di belakangnya ngomongin temennya itu sendiri. Atau akhirnya tengkar karena rebutan cowok, saling cemburu, saling iri, dll.

Misalnya aja nih, A sama B, sesama cewek yang sahabatan. Cewek itu suka banget kembar-kembaran yang menurutku ga penting. Kenapa? Bayangin suatu hari A sama B jalan bareng dengan baju yang sama. Baju itu udah jelas kan ga bisa cocok di semua badan, kadang di A cocok, tapi di B ga cocok. Waktu mereka jalan bareng, semua mata tertuju ke mereka, kerasa banget ga perasaan B yang minder karena kurang oke dibandingin A?

A dan B kemana-mana barengan, tentunya semua orang melihat hal itu kan. Ada omongan A itu lebih oke ya, lebih cantik, sedang si B itu cantik juga sih, cuma galak. Kalau aku sih lebih suka sama si A daripada B. Terus para cowok juga lebih sering nyapa si A daripada si B. Bayangin ga betapa dongkolnya hati si B?

Lain lagi kalau misal A itu bintang kelas, orang nya aktif di kegiatan sekolah, banyak yang naksir, bahkan cowok yang ditaksir B pun naksir nya ke A. Cowok yang ditaksir B itu malah deketin si B untuk curhat soal A. Waaah sakit banget tuh pastinya. Dijamin deh, ga lama persahabatan A dan B pasti putus.

Buat para cowok yang baca posting ini, pasti ngeri ternyata kok cewek kayak gitu? Yap, memang itu kenyataannya. Susah banget buat cari sahabat cewek yang kamu ga mungkin saling iri, ato ga mungkin suka cowok yang sama, ato ga mungkin ada waktunya orang lain akan membanding-bandingkan kalian.

Tidak berarti persahabatan sesama cewek itu jelek lo, akupun juga membutuhkan sahabat cewek. Karena ga semua hal bisa cewek share ke cowok. Because girls are very the same. The way they think, the way they feel, the way they talk. Jadi kalau sudah soal curhat dari hati ke hati, memang udah klop banget.

cowok vs cewek 2
 

Bedanya kalo sahabatan sama cowok apa? Wah beda banget. Kalau misal kita ga ngerti gitu, sahabat cowok akan dengan senang hati membantu kita yang ga bisa. Beda hal nya dengan sahabat cewek yang mungkin akan bicarain di belakang kalo kita cuma caper ke para cowok. Hal lain, kita ga akan saling iri antara yang cewek punya dan cowok punya, karena kita memang berbeda. Ga bakal ada satu orangpun kalo liat cewek sama cowok jalan bareng bakal bandingin, wah ini lebih cantik dari ini, ga bisa kan?

Cuma satu sih kalau sahabatan cowok sama cewek itu rentan dari temen jadi demen. Karena seringnya ketemu, dan kenal lebih dalam, seringkali memang terjerumus ke arah itu. Tapi ga ada yang salah dengan hal itu. Cinta itu lebih mudah apabila diawali dengan pertemanan, dan itu bisa awet lebih lama karena sudah saling kenal sifat masing-masing sebelumnya #katanya

Ladies, jangan keburu mengerutkan dahi. Despite of being mature or not, this is the fact. Persahabatan itu benarnya semua okay kok, asal kita bisa saling terbuka dan bisa berbesar hati dengan segala yang sahabat kita miliki. Tentunya juga tidak sedikit persahabatan sesama cewek atau persahabatan cewek dan cowok yang bisa lasting forever. This is only my point of view about girls friendship, as a girl, of course.

Hopefully you can find your true best friend. No need to worry whether it is girl or boy. Make friend as many as possible.

Just Vamili’s Share and Thought 🙂

Start to Change

Di usiaku yang tidak lagi muda, beranjak memasuki usia 23 tahun #curhat, banyak hal yang sudah lalu lalang dan terjadi di hidupku. Banyak hal yang sangat berarti, ada beberapa yang menyakitkan, ada beberapa yang menakjubkan.

Hari-hari ini begitu banyak pikiran yang berputar di otakku. Seringkali hati dan pikiran ga bisa sinkron. Ketika otak kita berpikir, hold it, but our hearts can’t hold it for longer. Di saat itu, aku seringkali (baca: selalu) mengambil keputusan yang salah.

Well, I’m a woman. And most of woman is using their hearts most of the time, including me.

Golongan darahku A, bisa dibilang adalah tipe orang yang bisa meredam emosinya. Menurutku itu buruk! Orang seharusnya tidak meredam emosi nya sendiri, tetapi seharusnya emosi seperlunya dan pada tempatnya.

Apa jadinya kalau kita meredam emosi? Yang ada hanyalah a very big explosion pada suatu saat. Tinggal menunggu trigger yang pas.. BOOOM!!

Di saat emosi itu meledak, otak udah ga bisa berpikir, yang mengambil alih adalah perasaan yang galau, nano-nano rasanya. #bukaniklan

start to change
 

Di saat itu semua menjadi salah, bukan kelegaan yang akan dirasakan, tetapi penyesalan belaka. Kenapa aku harus melakukan ini, kenapa aku ga bisa lebih sabar, kenapa ini dan kenapa itu.

Jawabannya? Karena aku belum dewasa (baca: masih muda). Bukan mencari pembelaan, tetapi memang begitu adanya.

Terlahir sebagai seorang anak bungsu yang dimanjakan oleh keluarga dan saudara, seringkali membuat kita menjadi manja dan dibiasakan untuk dipenuhi keinginannya. Anak bungsu yang diberi kasih yang lebih, tentu menuntut untuk diberikan perhatian yang lebih selalu.

Tidak sekali ini aku sudah salah menuruti perasaan dan emosiku. Segala yang terpikir saat ini adalah kenapa aku melakukan hal itu kemarin? Tetapi aku tidak boleh berlarut-larut dalam penyesalan itu. Segala sesuatu yang telah terjadi punya makna yang berarti.

Walaupun hal yang terburuk pun akan menjadi hasilnya, aku harus siap. Tetapi aku tetap percaya, itu akan menjadi pembelajaran untukku hari esok. Membuatku bisa berubah menjadi semakin dewasa, tidak hanya usia, tetapi juga dalam pengendalian diri, perasaan dan pikiran.

It has to be changed!

Meski tidak mudah dan tidak mungkin instan, please anyone who read this, give me support to do it. Thanks a bunch 🙂