Category Archives: scratch

Ironis

Ironis, satu kata yang bisa mewakili kisah dibawah ini.

Sebut saja ada orang X, dan Y. Si Y ini karena satu dan lain hal tiba-tiba ga suka sama si X. Benernya ga cuma sama si X, tapi hampir ga suka sama semua orang yang lebih menonjol dari Y.

Si Y ini sempat mempunyai satu skandal yang kurang bagus, dan si X tahu. Diwaktu itu si Y bilang, X, jangan kasih tahu ke orang-orang lo. X mikir ya buat apa juga nyebar-nyebar skandal orang lain. Ya X sih diem aja.

Suatu saat, si Y mulai menyebarkan isu soal si X. Kalau si X itu “mengasingkan” si Y, karena ada orang lain. Jadilah si Y ngumpul sama grup ABC, karena “diacuhin” X. Imbasnya itu ke X masih sampai sekarang.

Ironis banget ya, buat nutupin sama ngalihin pandangan orang lain soal skandal Y, si Y nyebarin isu soal X, yang ga ngapa-ngapain si Y. Dan hal itu ga cuma sekali, bahkan masih terjadi sampai sekarang.

Si Y tak henti-hentinya dengan skandalnya, dan terang-terangan di hadapan banyak orang. Tapi apa yang terjadi? Masih aja dengan gencarnya nyebar cerita soal X. Padahal si X ga pernah ngusik atau ganggu si Y.

X tahu sih, si Y kayak gitu, supaya orang lain merhatiin X, dan ga ngeliat skandal si Y. Cuma ya konyol banget. Semakin seseorang membicarakan orang lain, semakin nyatalah bahwa sebenarnya dirinya menyembunyikan dan mau mengalihkan keburukannya sendiri.

Supaya ga kelihatan jelek, jadi ngomongin orang lain. Ironis.

Habit

Habit itu kebiasaan. Satu istilah untuk menunjukkan hal/kegiatan yang sering dilakukan oleh seseorang secara sadar, namun juga tidak sadar. Dikarenakan hal tersebut sudah seringnya dijalani, maka seperti sudah menjadi refleks, mendarah daging.

Misalnya saja habit untuk minum air dulu sebelum makan, atau habit untuk memakai sarung tangan sebelum berkendara. Ada banyak sekali habit di dunia ini, dari yang normal sampai aneh-aneh. Aku kenal seorang teman yang punya habit harus minum susu dulu sebelum bisa BAB.

Karena hal tersebut sudah menjadi habit, pada orang tersebut tidak akan merasa hal tersebut aneh. Meski saja dipandangan orang lain hal tersebut aneh dan annoying, tapi apakah hal itu salah? Sejauh habit itu tidak membahayakan atau mengganggu orang lain, aku rasa sah-sah saja.

My brother pernah tanya, kalau misal orang A suka bersin-bersin, terus apa aku harus ngertiin dia? Apa harus ngertiin semua orang dengan habitnya masing-masing?

Well, mungkin untuk orang yang biasa, yang tidak dekat dengan kita, aku juga ngerasa itu nggak terlalu perlu. Tapi menurutku pribadi, kalau untuk orang yang berhubungan dengan kita, kita harus bisa bertoleransi kalau memang masih bisa ditoleransi.

Aku juga punya habit, ga bisa langsung menerima satu fakta, atau informasi. Aku selalu terbiasa untuk menanyakan lagi, mengulangi untuk memastikan, untuk konfirmasi. Di keluarga, di tempat kerja, ke teman-teman, semuanya. Mungkin memang terasa bawel, atau rewel, tapi itupun bukan untuk tujuan yang jelek.

Sebagian memang dilakukan dengan sengaja, untuk memastikan instruksi dalam pekerjaan. Sebagian dilakukan secara refleks, atau bahkan iseng. Kebiasaan untuk bertanya atau ngomong hal-hal yang random. Yang memang baru saja terlintas dan refleks ingin bertanya.

Ketika aku curious ingin tau sesuatu, terutama dengan hal yang baru, dan berbeda dengan rule yang aku tahu. Aku benar-benar ingin tau lebih jelasnya. Bukan berarti ingin melarang atau apa, hanya ingin tau, kalau misalnya memang boleh, kan nanti aku juga bisa kayak gitu. Kalau memang boleh, pada saate nanti kejadian, aku juga bisa ngejelasin yang tanya ke aku.

Apa pernah kita merasa annoyed dengan habit seseorang? Sampai annoyed sejauh apa sih memangnya? Apalagi untuk orang yang dekat dengan kita, ga bisakah kita membangun hubungan yang lebih baik? Apabila orang lain berusaha untuk memahami habit kita, disaat yang sama tidak bisakah kita juga untuk memahami habit mereka?

Ga ada salahnya untuk menekan sedikit ego, demi orang lain terlebih yang dekat dengan kita. Meskipun apabila habit itu buruk, juga harus diperbaiki. Tapi ga bisa dari satu sisi saja, yang namanya komunikasi dan hubungan itu 2 arah. Ketika satu pihak terus mendorong, dan tidak mau mundur, satu ketika pihak lawan akan jatuh.

Kenalan = Cari Jodoh?

Apa kenalan itu sama dengan cari jodoh? Kalau menurutku beda banget antara kenalan dan cari jodoh itu. Kenalan itu sama artinya berkenalan, jadi teman, just friend you know? Apa ada orang yang baru berkenalan, ga pernah kontak, tiba-tiba ngajak keluar?

Sepertinya arti kenalan semakin lama semakin mengarah ke cari jodoh. Kalau begitu caranya, baru kenal sebentar sudah ngajak keluar, gimana bisa nyaman? Kenapa harus terburu-buru juga? It’s not only about you, it’s also about others’ feeling!

Mungkin buat orang yang easy going, bisa aja baru kenal langsung mau keluar bareng. But not all people are like that. Rasanya jadi kayak kita itu mangsa, yang siap diterkam kapan saja. Just let it flow, give it some time to gain some trust.

kenalan cari jodoh 2

Dandanan Ibu Atut Seharga 1 Milyar

Siapa sih Ibu Atut itu? Itu yang terbesit dalam pikiranku waktu membaca salah satu artikel soal dandanan Ibu Atut yang bernilai 1 Milyar Rupiah. W.O.W banget harganya. Langsung kepikir uang segitu bisa buat beli rumah, mobil, banyak banget. Lha Ibu Atut keluarin uang 1 Milyar cuma buat dandanan?

Hal kedua yang terpikir adalah, gimana sih emang hasil dandanan Ibu Atut yang seharga 1 Milyar itu? Apa jadi cantik bak artis-artis hollywood? Atau imut seperti artis-artis korea? Ternyata it’s a big no NO.

dandanan ibu atut seharga 1 milyar 2

Ternyata dandanannya kayak gini, harganya 1 Milyar. Shocked to the MAX! Sorry to say, tapi jadi mirip dandanan orang yang biasa melakukan oplas dan berujung gagal.

Malah banyak yang menggunjingkan bahwa uang yang dipakai untuk biaya hidupnya ini adalah uang tidak halal. Secara beliau adalah seorang Gubernur Banten, kalau kita bandingkan dengan gaji Gubernur ibukota yang cuma dibawah 5 juta saja, mana bisa memenuhi gaya hidupnya yang super mewah?

Terlepas soal uang yang dipakai halal/tidak, hasil dari uang yang dikeluarkan juga tidak ada hasil yang bagus. Seriously! Come on, be wise with your money Mrs!