hes no longer my son 3

He’s No Longer My Son

Di kantor, ada seorang teman yang bernama Eko. Dia temanku pertama di kantor. Masih kuingat saat pertama aku masuk kantor, dan dikenalkan oleh managerku ke tim web, Eko yang kulihat online di gtalk. Karena gak kenal sapa-sapa, akhirnya kuputuskan SKSD nekat ngajak chat duluan basa basi.

Singkat cerita aku minta diajak makan bareng kalo dia makan, juga tanya di mana posisi kamar mandi #maklumbeser. Sewaktu kenalan karena lewat gtalk aku ga tau wajahnya. Yang kusangka saat itu adalah dia pasti lebih tua dariku. Jadi kupanggil lah dia Mas Eko. Tetapi ternyata setelah beberapa lama baru aku tau kalau dia lebih muda. Jadilah kupanggil nama saja.

hes no longer my son
 

Sudah 1 tahun lebih aku mengenal Eko. Sekitar awal tahun 2012, akhirnya dia menjadi salah satu tim ku. Sebelumnya memang kami partner duet untuk beberapa pekerjaan/produk. Dan sejak menjadi 1 tim, aku semakin banyak bekerja sama dan merepotkannya. Ya dulu Eko yang membantuku melewati masa-masa sulit penyesuaian dengan scripting di tempat kerjaku. Sampai sekarang juga sih.

Sekitar 2 bulan yang lalu, Eko bercerita kalau dia berencana resign dari kantor. Ada alasan ini dan itu. Reaksiku yang pertama adalah shock! What should I do? Harus kuakui banyak hal-hal seputar css atau js yang sering aku tanyakan ke Eko. Kontan saja rencana resign nya cukup membuatku pribadi shock. Partner duet ku, tim ku, and my first friend in office, finally choose his own path.

Tidak hanya shock, aku juga senang karena dia bisa maju dengan usahanya sendiri. Tapi juga sedih, karena aku harus kehilangan partner, salah seorang anggota tim, dan temanku di kantor. But life must go on. Saat itu pasti akan terjadi cepat atau lambat, dan memang ini sudah saatnya.

Sampailah di hari terakhir dia bekerja. Sorenya kami beserta tim yang lain mengikuti acara perpisahan Eko (baca: malak Eko). Tiba malam hari setelah kami sudah kenyang makan, Eko membagikan undangan. What!? Eko merit??? Terjawablah sudah alasan kenapa dia memutuskan untuk resign. Well, he call me “mom”, but he is getting married first T__T

hes no longer my son 2
 

Pada hari pernikahannya, aku dan tim datang ke sana. Tempatnya cukup jauh. Ada sekitar 15-16 km dari kantor. Sesampainya di sana terlihat Eko yang bersanding dengan istrinya. Waaah, istri loh, sudah beristri, aku sudah punya menantu #loh. Tak lama setelah kami menikmati (baca: menghabiskan) makanan, kami berpamitan pulang karena sudah cukup malam, dan perjalanan yang ditempuh untuk kembali juga cukup jauh. 1,5 tahun ini berlalu kerja bareng Eko ga kerasa udah berakhir saat ini.

And now, I have to back to reality, he’s not here anymore. Being the same team with me. But I’m really proud of you. I’m hoping the best for you. You’re no longer my son. You’ve grown bigger! But you’re still definitely be my friend. Maybe in the future I still gonna trouble you. Don’t ever get bored for helping me. Hehehe. Good luck my friend! All the best 🙂

*ps: quick give me grandchildren :p

15 thoughts on “He’s No Longer My Son”

    1. maz ya apa,,,sms saya g dibls…tak tunggu di email ya g ada,,,benernya dah blm maz,,,maaf ya maz, saya anaknya memang g bisa santai,,,takut g selesa waktunya mepet juga ,,maaf maz sebelume,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *