Keluhanku untuk LG – Part 5

Hari ini saya mendapatkan 3 nama. Pak Anam, Mbak Eka, dan Pak Roziki. Mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan nama. Mereka adalah nama-nama yang saya dapatkan ketika mengunjungi SVC LG di Malang siang ini. Ya, SVC menelepon ke rumah saya bahwa HP saya sudah sampai, bisa diambil. Dan pada siang sekitar pukul 13:30 saya datang ke SVC LG.

Saya utarakan ingin mengambil G4 saya, dan Mbak Eka dengan sigap mengambil HP saya dan memberikannya. Saya menukarkan dengan tanda terima dan saya tanyakan kok lama sekali, apa sudah benar selesai problemnya? Kata Mbak Eka sudah selesai, baru datang tadi pagi. Saya tanyakan lagi benar sudah selesai ya, problemnya dimana? Mbak Eka menyampaikan kalau katanya masalah software.

Saya heran kalau masalah software, berarti diinstal ulang? Lha dulu kan diinstal ulang sudah tapi masih begitu juga? Kalau ini diinstal ulang juga kan sama saja? Mbak Eka menjadi ragu, dan kemudian berkata akan menghubungi teknisi untuk menanyakan. Saya dengar Mbak Eka menanyakan problemnya apa, soalnya customer menanyakan, apa teknisi tidak menghubungi saya?

Beberapa lama berbicara, Mbak Eka lalu berkata bahwa lebih baik teknisi tersebut yang bicara langsung dengan saya. Belakangan saya tahu nama teknisinya adalah Pak Anam, yang bekerja di SVC Tegalsari Surabaya. Saya kemudian berbicara dengan Pak Anam dan menanyakan ini HP saya sudah normal ya Pak, kerusakannya dimana? Bapak tersebut kemudian kembali bertanya pada saya, ini sebenarnya dari awal masalahnya bagaimana?

Lha, gimana sih pikir saya. Saya kemudian menjelaskan lagi, bahwa dulu awal kasus restart terjadi setelah dimatikan bla bla bla. Kemudian di instal ulang software-nya masih terjadi lagi, sehingga saya bawa ulang untuk diperbaiki. Pak Anam tersebut menjawab yang dulu awal itu saya cuma diminta instal ulang software saja, Mbak CS nya tidak menjelaskan kalau ada masalah apa-apa. Saat mendengar ini, aneh sekali, karena saya juga tau sendiri bahwa Mbak Eka saat itu menuliskan di tanda terima soal keluhan saya kala itu. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan tanda terima yang pertama.

Pak Anam kembali melanjutkan, untuk yang sekarang ini, dikabarkan bahwa HP nya ketika dimatikan, tidak bisa menyala. Jadi dia coba tidak ada masalah. Semua normal. Di situ saya mulai emosi, apa maksudnya itu? Jelas-jelas di postingan saya sebelumnya juga sudah saya sertakan tampilan tanda terima dan ada keluhan saya jelas disitu. Mbak Eka juga sudah menuliskannya. Pak Anam berkilah saya cuma diberitahu sama Mbak CS demikian. Keluhan di tanda terima tidak dibaca?

Saya bertanya lalu apa maksudnya ini HP saya selama 17 hari tidak diapa-apakan? Pak Anam berkilah lho bukan tidak saya apa-apakan. Saya cek setiap hari, saya nyalakan bisa. Lalu saya jelaskan lagi, lho masalahnya bukan tidak bisa dinyalakan, tapi harus ditunggu dulu 30 menit blablabla. Pak Anam kemudian berkata dia tidak tahu kalau kasusnya seperti itu, dia coba kontak saya juga tidak bisa. Jadi sekarang yang salah saya? Saya sudah menyerahkan kontak saya 2 nomor di tanda terima itu, dan selama 17 hari apa setiap 17 hari dia kontak saya tidak pernah bisa dihubungi? Ayolah! Tidak masuk akal.

Saya bilang saya tidak merasa dihubungi. Dia bilang lagi ya itu, mbak saya hubungi tidak bisa. Menu juga terkunci, jadi saya juga tidak bisa melihat ke dalam. Saya semakin emosi. Kalau memang diperlukan, kan bisa hubungi saya, ketika diminta untuk mengetahui pattern lock saya, tentu akan saya berikan segera. Apa ini bukan alasan saja tidak ada perbaikan?

Saya bertanya lagi, jadi ini sama sekali tidak diapa-apakan kalau begitu HP saya? Cuma dibiarkan saja? Ya tidak jawabnya, saya cek setiap hari dan tidak menemukan ada masalah. Kemudian dia melanjutkan, Mbak kan kemarin telepon ke Service Centre di WTC, katanya minta cepat, ya sudah saya kirimkan ke Malang. Lho kok begitu, ini kan belum diperbaiki apa-apa. Lagian seperti post saya sebelumnya, ketika saya telepon ke WTC, statusnya sudah dikirim kok ke Malang. Jadi yang benar dia ketika menerima telepon, mengaku sudah dikirim, dan kemudian dia kirimkan supaya saya tenang begitu?

Ya kan mintanya cepet, lanjut Pak Anam, ya kalau mau ditest, coba saja kan kemarin saya kirimkan dalam kondisi mati, coba tanyakan ke Mbak CS di Malang, apa HP nya mengalami masalah seperti yang dijelaskan. Saya berkata ya ga bisa tahu Pak, wong saya terima kondisinya dalam kondisi mati. Di Malang juga menerima HP kembali tentu bayangannya adalah sudah normal. Dan Mbak CS cuma sempat mencoba dinyalakan dan normal kemudian dimatikan.

Pak Anam tapi berkilah berputar-putar seperti tadi. Saya juga sudah habis kesabaran dan emosi memuncak. Saya berikan telepon ke Mbak Eka, saya sudah sangat marah, kecewa, terbodohi, dan tersinggung atas respon yang saya terima dari Pak Anam. Saya sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Saya menunggu 17 hari, ditambah 5 hari ketika diinstal ulang. Kemudian mengetahui bahwa HP saya tidak diapa-apakan. Dia merasa lebih tahu kondisi HP saya dari saya, dia menyalahkan saya karena ‘katanya’ saya tidak bisa dihubungi, dia menyalahkan CS di Malang karena tidak memberikan informasi, dan mengadu saya dengan CS di Malang, lalu karena saya minta cepat, dia mengirimkan begitu saja HP saya, dengan kondisi kotak kardus HP saya sudah begitu kotor. I’m pissed off!

Untung ketika itu saya datang bersama teman saya, dan kemudian meminta kontak manajer atau atasan dari SVC Malang. Mbak Eka kemudian memberikan nomor kontak Pak Roziki. Teman saya kemudian menceritakan semua masalahnya, dan ternyata Pak Roziki juga merasa timnya dirugikan dalam kasus ini. Ketika semua pengaduan saya ke Customer Care LGuntukAnda, yang dikejar-kejar kenapa kok tidak selesai-selesai adalah Pak Roziki dan tim di Malang, karena saya menyerahkan di Malang.

Pak Roziki dan tim berusaha mengontak tim Surabaya menanyakan bagaimana kondisi HP saya. Tapi tidak direspon. Lalu kemudian ada private line dari Surabaya berkata ke Pak Roziki, untuk menghubungi customer menanyakan statusnya sekarang bagaimana? Lha HP nya ada di Surabaya, kok malah menanyakan customer? Dari telepon saya dengan Pak Anam pun, saya juga sudah menyimpulkan bahwa dari pihak Tegalsari Surabaya yang tidak mau disalahkan, dan tidak memperbaiki apa-apa.

Hasil diskusi teman saya dan Pak Roziki, adalah bahwa saya silahkan mencoba lagi HP saya, apabila masalah yang sama masih terjadi, mari kita bawa bersama-sama hard complain ke Surabaya. Dari saya dan dari Pak Roziki. Saya tidak habis pikir dan marah sekali, alasan-alasan yang diberikan Pak Anam sungguh tidak masuk akal. Malah dia turut menyalahkan saya dan Mbak Eka. Saya tidak merusak HP saya, saya juga tidak mau kondisinya seperti ini. Jika tidak capable tidak usah mencari kambing hitam dan banyak alasan.

Bukti lainnya bahwa HP saya tidak diapa-apakan adalah ketika saya membawa HP saya ke SVC Malang pada tanggal 11 Agustus 2015, saya sengaja charge full HP saya 100%. Dan ketika saya terima tadi, betapa terkejutnya saya, ketika baterai HP saya masih tersisa 90%. 17 hari yang diclaim dicek setiap hari, hanya berkurang baterai 10%?? Sungguh tidak masuk akal!

Belakanganpun saya ketahui bahwa Mbak Eka meminta Pak Anam menjelaskan langsung ke saya, karena ketika Mbak Eka menanyakan perbaikannya apa, jawaban yang diberikan Pak Anam juga sama, kalau tidak ada kerusakan apa-apa. Jadi Mbak Eka merasa tidak enak kalau menyampaikan itu ke saya, akhirnya minta Pak Anam sendiri yang menjelaskan.

Ternyata dari Customer Care pun sudah membalas email saya demikian. Sengaja belum saya balas, karena saya masih menunggu eksperimen saya.

Salam LGuntukAnda

Yang terhormat Ibu Irma Santoso,

Terima kasih telah menghubungi layanan email LGuntukAnda. Saya Rainaldo, customer care officer yang akan membantu memberikan penjelasan kepada Ibu .

Terkait email yang Ibu kirimkan, Berikut kami infokan :

Terimakasih atas email yang Ibu kirimkan, karena untuk detil perbaikan yang lebih mengetahui adlah teknisi kami, email ibu telah kami sampaikan ke SVC terkait agar dapat diinfokan juga ke ibu mengenail detil kerusakan unit nya.

Demikian informasi yang dapat disampaikan, apabila masih ada hal lain yang ingin ditanyakan, silahkan Ibu dapat menghubungi kami kembali melalui email ini atau melalui hotline kami di 14010.

Terimakasih atas kepercayaan Ibu telah menggunakan produk LG. Semoga dapat memudahkan Ibu dalam beraktivitas.

Salam hangat,

Rainaldo A
Customer care officer
PT. LG Electronics Indonesia
Hotline number 14010

Saat ini saya sedang melakukan eksperimen. HP sudah saya matikan sejak pukul 15:14. Pada pukul 16:30 nanti akan saya nyalakan kembali dan saya tunggu kasus yang sama terjadi. Kali ini mungkin tidak bisa mengabadikan keseluruhan waktu dari dinyalakan sampai restart, tapi ketika proses restart-restart terjadi, akan saya rekam dan saya tambahkan di blog ini. Sehingga semua tahu bahwa kasus yang sama masih terjadi, dan claim Pak Anam bahwa HP saya normal saja selama dicek dia adalah salah.

Update : saya menyalakan HP saya pukul 16:25, dan menunggu sampai pukul 16:43, HP saya restart sendiri. Dan baru beberapa saat, restart kembali, selesai pukul 16:45. Sedikit berbeda dari kasus biasanya, bahwa restart kedua biasanya gagal dan bootloop, lalu Optimizing App, kali ini restartnya berjalan normal. Tetapi tetap aneh karena tetap ada restart sendiri, dan 2 kali berturut-turut dalam waktu berdekatan. Bisa dilihat sendiri videonya disini.

Malamnya sekitar pukul 18:39 saya mematikan lagi HP saya, dan membiarkannya sampai pukul 20:11 saya nyalakan. Lalu pada pukul 20:28 saya merekam HP saya, dan terlihat disana saya tidak melakukan apa-apa, cuma menunggu dan kemudian ketika saya coba knock-knock, sempat menunjukkan pattern lock screen, dan terlihat pukul 20:30. Tiba-tiba layar mati, dan restart sendiri. Saya coba tunggu sampai 5 menit berikutnya tapi restart cuma sekali.

Besok akan saya update untuk experiment ke-3, dengan lengkap SIM Card dan Memory Card.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *