Keluhanku untuk LG

Berawal dari ketidaktahuan saya soal produk LG yang mulai booming di pasar smartphone, teman saya lalu membeli sebuah produk LG yaitu LG G2 yang di kala itu setahu saya adalah best smartphone dari mereka. Awalnya cukup heran apa kelebihan dari smartphone LG ini? Kenapa harganya cukup fantastis, dibandingkan dengan brand sebelah yang lebih populer?

Kemudian teman saya share beberapa foto dan fitur LG G2 miliknya, saya cukup amazed, dan akhirnya tertarik untuk juga memilikinya. Bagaimana tidak, ada kamera yang begitu keren di LG G2 ini, belum saya temukan di brand sebelah yang selama ini saya pakai. Meskipun ada beberapa fitur yang cukup aneh yaitu button-nya semua ada di belakang, bagian depan dan samping bersih, bezel-nya juga tipis sekali, serta ada fitur knock code.

Tapi yang benar-benar buat saya overwhelmed dan akhirnya tertarik untuk mencoba smartphone LG adalah karena fitur kameranya yang menurut saya wow. Walaupun di kala itu saya tidak mempunyai cukup dana untuk membeli LG G2, saya hanya bisa mendapatkan versi mininya, yaitu LG G2 mini. Ya dengan konsekuensi banyak hal yang berbeda dari LG G2 premium.

Sudah selama 1 tahun lebih saya menggunakan LG G2 mini, saya jatuh cinta terutama dengan kamera, knock code, design bezel, dan button di belakang. Menurut saya adalah terobosan yang sangat keren dimana menjamurnya design dan fitur yang itu-itu saja. Kekaguman saya bertambah ketika teman saya memiliki LG G3 yang mendapatkan best smartphone award 2015. Satu kata untuk mewakilinya WOW!

Dan saat ini sudah keluar LG G4 yang DOUBLE WOW. Tidak perlu saya jelaskan disini bagaimana dengan fiturnya, bisa digoogling sendiri. Tapi sungguh saya benar-benar ngefans, walaupun belum berkeinginan untuk membeli, karena harganya yang tergolong fantastis untuk saya. Jadi saya urung dan hanya melihat review dan segala macam share saja soal G4 ini.

Sampai suatu ketika entah kenapa, saya sangat tertarik untuk memilikinya. Ditambahkan dengan promo diskon di salah satu situs jual beli ternama di Indonesia, saya akhirnya pada tanggal 9 Juli 2015 mengumpulkan niat untuk membeli LG G4 ini. Pas kebarengan dengan saya ada juga teman yang beli. Pas beli ini sudah mendekati Idul Fitri, jadi cukup was-was karena pengiriman yang banyak dikabarkan terlambat, dan selama libur Lebaran saya harus keluar kota.

Sampai akhirnya sedikit keterlambatan hari H-1 liburan Idul Fitri, tepatnya tanggal 15 Juli 2015, barang sudah sampai di Malang, dan karena sudah malam, keesokan harinya saya sudah pergi keluar kota selama 1 minggu, saya putuskan untuk menghubungi jasa pengiriman terpilih dan pick up sendiri barangnya di kantor perwakilan. Dan sampailah G4 di tangan saya, beserta bonus battery kit dan Memory Card-nya.

Ketika unboxing saking senangnya sampai sangat pelan dan hati-hati. Akhirnya saya bisa punya juga, kira-kira itu yang ada di pikiran saya saat itu. Dan pas kebetulan sudah ada update software baru, sehingga beberapa bug di versi sebelumnya sudah bisa diatasi. Seperti ini momen yang pas untuk saya mempunyai HP ini.

Tapi tak lama, kesenangan saya mulai menghilang. Malam itu saya biarkan G4 saya dalam kondisi mati ketika saya tidur. Sembari saya charge battery kit-nya untuk saya pakai esok hari. Saya memang punya kebiasaan untuk mematikan smartphone saya ketika tidur. Keesokan harinya, ada keanehan yang terjadi. Awalnya ketika saya nyalakan, semua berjalan normal, sampai beberapa menit setelah itu (tidak bisa saya pastikan waktunya), layarnya mati, kemudian menyala kembali dan ada di halaman awal ketika dinyalakan.

keluhan LG dorylabs.com
© dorylabs.com

Oh awalnya saya pikir ini normal, karena cuma ada proses berat atau apa begitu, lalu restart sendiri. Tapi restart yang terjadi juga tidak normal. Seperti stuck atau gagal restart, jadi setelah logo awal, lalu seharusnya keluar logo LG, ini mendadak layarnya mati lagi, lalu nyala dan kembali ke logo awal. Begitu seterusnya sampai tidak tahu berapa kali, yang pasti lebih dari 10 kali, kemudian setelah sukses melewati logo LG, yang keluar adalah Optimizing App 1 of … (jumlahnya puluhan dan bertambah setiap saya instal aplikasi baru).

keluhan LG naldotech.com
© naldotech.com

Aneh! Itu yang terbesit di dalam pikiran saya saat itu. Tapi karena saya pikir ah ini mungkin cuma sekali saja. Dan saya matikan kembali karena saya harus bersiap keluar kota, dan baterai G4 saya saat itu sudah 15%. Pikir saya nanti akan saya switch dengan baterai cadangan yang sudah full karena saya charge semalam.

Cukup lama, mungkin di atas 1 jam, saya baru teringat bahwa saya lupa menukar baterainya dan kondisinya masih mati. Lalu saya switch dan menyalakan kembali. Everything seems normal, jadi saya kembali bersiap-siap lagi. Kemudian saya ingin mengecek ada notifikasi apa di HP saya, ketika itu saya menemukan kejadian itu berulang LAGI. Bootloop yang cukup lama, dan Optimizing App 1 of … LAGI. This is getting serious!

Saya tanyakan pada teman saya yang beli barengan G4 nya apakah mengalami kasus yang sama? Dia bilang tidak, dan menyarankan saya coba factory reset saja, mungkin ada file yang nyantol atau sebagainya. Make sense sih, oke saya factory reset. Dan setelah selesai saya sambil instal ulang aplikasi-aplikasinya sembari saya di perjalanan. Semua baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda restart lagi dan keanehan di G4 saya. Saya pikir semua sudah selesai, dan happy ending. But I was wrong.

Seperti biasa di malam harinya saya matikan HP saya, dan keesokan paginya saya nyalakan kembali. Saat ini posisi saya di luar kota, ikut menjaga keponakan-keponakan saya, karena ART dan suster bayinya mudik. Jadi setelah saya nyalakan, saya cek email dan socmed sebentar, lalu saya taruh HP saya kembali. Tak ada yang aneh, sampai kemudian saya kembali untuk mengecek HP saya, dan apa yang terjadi? Bisa menebak? IT HAPPEN AGAIN. Those bootloop monster is coming back.

Saya mulai desperate, dan mencoba mencari penyebab, saya googling sana dan sini, membaca review soal G4 tapi tidak menemukan kasus serupa. Ada beberapa kasus serupa bootloop dan Optimizing App seperti kasus saya, tapi di Nexus 5 dan lainnya, semenjak software-nya di upgrade jadi 5.1, seperti versi OS Android saya. Tapi dari semua keluhan-keluhan mereka itu, tidak ada jalan keluarnya, sudah saya coba saran-saran yang mereka berikan juga, tapi tidak berhasil untuk saya.

Selama 1 minggu itu bisa dibilang saya merasa mulai menyesal membeli HP yang mahal ini kalau jadinya seperti ini. Tapi saya masih coba bersabar, ketika kembali nanti akan saya bawa ke service centre untuk diperiksa. Toh selama pemakaian sehari-hari, saat saya matikan untuk switch baterai pun tidak masalah, cuma ketika dinyalakan setelah malam dimatikan saja jadi begitu. Jadi perkiraan saya waktu itu adalah entah setiap malam mungkin ada rutinitas update data atau apa, jadi selalu Optimizing App di paginya.

Sekembalinya ke Malang, kota saya tinggal, saya belum sempat untuk membawa HP saya ke service centre karena ada kepentingan lain. Jadi pada tanggal 27 Juli 2015, hari Senin saya bawa G4 saya ke service centre dan menjelaskan keluhan saya, bahwa setiap saya matikan tengah malam, keesokan harinya setelah beberapa lama, tiba-tiba restart-restart sendiri, dan Optimizing App. Ini selalu setiap hari. Juga soal G4 teman saya tidak begitu. Juga soal kalau dimatikan biasa tidak apa-apa. Soal kalau kernel versionnya sudah terbaru. Semua sudah saya sampaikan.

Lalu HP saya di bawa masuk ke dalam oleh salah seorang CS, dan tak lama ada teknisi(?) yang keluar dan menjelaskan bahwa ini masalah software. Harus diinstal ulang software-nya, kemungkinan saat update, ada file yang corrupt sehingga jadi seperti itu. Oke, make sense dipikiran saya. Tapi masalahnya adalah di Malang belum ada software-nya, yang ada di Surabaya, jadi harus saya bawa ke sana untuk diinstal ulang. Wait, ini tanggung jawab saya yang harus bawa sendiri ke sana?

Saya coba tanyakan ini bisa kalau saya titipkan disini, lalu dikirimkan ke Surabaya oleh LG? Jawabannya adalah bisa, tapi cukup lama, sekitar 1 minggu karena harus dikirim ke Surabaya. Okelah pikir saya, daripada saya yang harus ke Surabaya sendiri, dimana saya juga ada tanggung jawab kerja di Malang. Jadi saya putuskan untuk dititipkan untuk dikirimkan ke Surabaya dengan keterangan instal software ulang.

Disini sebenarnya cukup menggelitik saya, dimana mereka TIDAK menawarkan saya untuk dititipkan dan mereka yang kirimkan ke Surabaya, tapi saya sendiri yang inisiatif untuk menanyakan ini. Tapi saat itu saya tidak terlalu ambil soal akan hal ini. Mereka menjanjikan 1 minggu jadi saya kira-kira akan dihubungi pada hari Senin 3 Agustus 2015.

Pulanglah saya, dan menghitung hari sampai saya bisa menerima G4 saya kembali dengan harapan sudah sehat. Kemudian pada hari Kamis, 30 Juli 2015, saya mendapatkan telepon dari pihak LG yang ingin mengkonfirmasikan apa saya tahu email dan password yang saya gunakan di G4 saya, karena ini diperlukan untuk bisa masuk lagi ke G4 saya nanti. Ini mereka tanyakan sebelum mereka melakukan instal ulang. Terus terang saat itu saya heran dan cemas. Bagaimana mungkin mereka melakukan instal ulang dan mereka menanyakan email dan password saya? Dibuat apa?

Mereka menjelaskan bahwa memang di keluaran smartphone mereka terbaru, yaitu G4 ke atas, akan ada fitur ini, bahwa jika diinstal ulang untuk hal sekuriti, harus tau email dan password untuk bisa masuk lagi ke smartphonenya. Mereka berkali-kali memastikan apa saya masih ingat email dan password-nya? Saya masih terheran-heran dan cuma bilang oke nanti saya SMS email dan password-nya.

Kemudian segera saya telepon ke service centre di Malang dan menjelaskan bahwa saya barusan di telepon dan dimintai email dan password saya. Apakah memang benar demikian? Karena email dan password kan hal yang confident, aneh sekali menurut saya kalau sampai harus ditanyakan ke user.

Tapi kemudian mereka menjelaskan bahwa saya tidak harus memberikan email dan password ke mereka, memang ada fitur sekuriti itu, bahwa harus login dengan email dan password yang pernah saya masukkan supaya saya bisa pakai lagi G4 saya. Karena kalau saya lupa, mereka akan instal software tambahan untuk ‘membobol’ fitur sekuriti itu. Owh i see, saya mungkin salah paham dengan maksud mereka tadi, dan saya mengiyakan bahwa saya masih ingat, dan memberikan persetujuan silahkan diinstal ulang.

Keesokan harinya, Jumat 31 Juli 2015 saya mendapatkan telepon bahwa G4 saya sudah selesai diinstal ulang, dan sekarang sudah ada di Malang, bisa saya ambil di service centre. Saya senang sekali. Tentu saat itu LG mendapatkan nilai positif, karena bisa menyelesaikan ini lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan, dan kebetulan karena saya Minggu harus keluar kota, jadi saya bisa membawa G4 saya.

Semua penyesalan dan kekecewaan sebelumnya terobati karena G4 sudah kembali saya pegang. Saya merasa sudah normal semua dan bisa saya gunakan dengan baik. Saya amati keesokan harinya juga tidak ada masalah, dan saya bawa keluar kota. Dan tidak terlihat ada sesuatu yang aneh, karena kebetulan saya selalu lupa mematikan G4 saya ketika saya tidur malam harinya. Tapi saya pikir ah ini sudah normal, kan sudah instal ulang. It’s a happy ending for all.

Tapi ternyata seperti judul salah satu reality show di TV luar, HAPPILY NEVER AFTER. Bersambung ke post saya berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *