Do Your Best

Berapa umur kita sekarang? Berapa pengalaman hidup yang sudah kita alami? Berapa kali kita berpikir “kalau saja dulu aq …”, namun tersadar semua sudah terlambat dan ga bisa kembali?

Tak hanya aku, banyak cerita org yang mengalami hal yang sama. Penyesalan itu datang belakangan, dan berakhir dengan penyesalan. Tak ada yang baik dalam penyesalan itu.

Sama seperti kesehatan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik kita selalu berusaha yang terbaik dalam hidup kita daripada menyesal akhirnya.

Apakah selalu berusaha yang terbaik akan menghasilkan hasil yang juga baik? Tidak selalu. Kenapa? Karena pihak yang lain belum tentu bisa menghargainya. Sebagai contoh seorang karyawan yang bekerja semaksimal mungkin sampai jungkir balik, akan tetap disitu saja tak ada kemajuan kalau perusahaan tempatnya bekerja tidak menghargai upaya dan hasil yang dia sumbangkan.

Disaat itu, kalau kita menilai, yang rugi sebenarnya siapa? Sang karyawan yang sudah lelah tak membuahkan hasil apa-apa, atau perusahaan yang kehilangan karyawan itu? Mungkin ada yang berpikir si karyawan buang-buang energi, rugi. Karyawan sebagai manusia biasa juga pasti bisa dan sempat merasakan kecewa, tapi dia tidak pernah kehilangan jerih payahnya.

Lihatlah dari sisi yang lain, mungkin dia saat itu tidak mendapatkan apa-apa, tapi dia sudah berdampak untuk perusahaannya. Apa yang terus akan didapatkannya? That’s God secret. Ketika kita tidak mendapatkan balasan dari sesama kita manusia, Tuhan akan membalaskannya berlipat kali ganda. That’s for sure.

Lalu apa yang terjadi di kemudian hari? Perusahaan itu baru akan menyadari dampak dari si karyawan saat dia memutuskan untuk pergi. Dan itu sudah sangat terlambat. Dalam sudut pandangku, perusahaan itulah yang rugi.

Ini juga berlaku untuk hubungan sesama manusia. Banyak cerita inspirasi soal betapa berharganya orang tuamu, betapa kamu harus menghargainya, dan berusaha membahagiakannya sebelum mereka tidak ada lagi. Akupun tidak akan pernah siap kehilangan mereka, karena sampai sebanyak apapun aku berusaha, banyak pula kekurangan yang aku lakukan. Tak mungkin dikala itu nanti datang, dan aku tidak merasa ada penyesalan sedikitpun.

Banyak sekali orang yang tak merasa sesuatu itu berharga, karena selalu ada bersamanya setiap saat, just take it for granted. Dan ketika sesuatu itu terpaksa harus diambil atau pergi, barulah akan merasa kehilangan, mengharapkannya kembali. Ketahuilah, bahwa ketika sesuatu yang berharga itu sudah tidak ada, itu pertanda bahwa sudah terlalu banyak hal yang diberikan, dan sebanyak itu juga hal yang tidak kita kembalikan.

Coba renungkan sejenak apa-apa saja yang sering kita terima cuma-cuma, padahal itu adalah bentuk kasih sayang dan upaya dari orang disekeliling kita. Bukan hak mereka untuk mendapatkan balasan, tapi kewajiban kita untuk membalasnya. Orang tua tidak menuntut haknya untuk dibahagiakan, tapi kewajiban kita untuk membahagiakannya. Karyawan bukan pihak yang seharusnya perlu menuntut imbalan, tapi kewajiban perusahaan untuk memberikan apresiasi.

Jangan sampai kita dihadapkan pada momen kehilangan, dan banyak sekali hal yang kita sesali. Selalu usahakan yang terbaik, pihak pemberi maupun penerima. Meskipun satu saat nanti kita tetap akan kehilangan, setidaknya penyesalan itu tidak akan berlarut-larut. Dan kita akan lebih ikhlas untuk menghadapi jalan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *